LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. POLITIK

Catatan kegagalan Ical di mata ketua Dewan Pakar Golkar

Ical dinilai lebih heboh mendukung Prabowo-Hatta di pilpres ketimbang memenangkan Golkar saat pileg.

2014-07-24 13:39:01
Partai Golkar
Advertisement

Ketua Dewan Pakar Partai Golkar Siswono Yudhohusodo menilai, Aburizal Bakrie ( Ical ) telah membawa partainya terpuruk. Baik pilkada, pileg dan pilpres Ical disebut tak mampu membawa kemenangan bagi Golkar.

Termasuk capaian Golkar di pemilu legislatif yang menurun. Begitu juga pilpres yang tak mampu mengusung capres sendiri meskipun menjadi partai nomor dua di pileg.

"Kita menyaksikan langkah-langkah DPP di bawah saudara Aburizal Bakrie telah memerosotkan citra Partai Golkar , mulai pileg menetapkan suara (target) 30 persen yang dapat 14,5 persen, kursi DPR dari 106 jadi 91," kata Siswono di Gedung DPR , Jakarta, Kamis (24/7).

Dia menyesalkan sikap Ical yang justru lebih jor-joran dalam pilpres untuk mengusung Prabowo-Hatta ketimbang memenangkan Golkar di pileg. "Sebagai ketum, pemilik tvOne , kampanye pileg di tvOne jauh lebih sedikit dibanding pilpres yang bukan mendukung kader Golkar," tuding dia.

Tidak hanya itu, Ical yang notabene diusung sebagai capres tidak mampu benar-benar menjadi capres. Ironisnya, Golkar pemenang kedua di pileg malah mengusung kader lain sebagai capres.

"Penetapan rapimnas, Ical sebagai capres tidak mampu mengajak mengundang partai lain itu sebuah kegagalan. Golkar sebagai partai pemenang nomor dua harus mendukung capres dari partai nomor tiga dan cawapres nomor 5. Sementara kader dan mantan ketua umum Golkar Jusuf Kalla diusung pasangan lain," beber dia.

Termasuk soal kegagalan Ical membentuk koalisi permanen di DPR yang tanpa konsultasi lebih dulu kepada DPP Golkar. Dia menilai, tak ada yang permanen dalam parlemen.

"Keputusan DPP tanpa pembicaraan yang mendalam untuk ikut di koalisi permanen, bentuk aneh, di daerah calon Pilkada yang satu dengan yang lain tidak mungkin permanen. Di DPR tidak mungkin permanen," cetus dia.

Terakhir, kegagalan Ical selanjutnya yakni soal sikap Golkar yang mengatakan pilpres tidak sah karena banyak kecurangan. Padahal menurut dia, KPU, Bawaslu dan DKPP sudah melakukan hal yang baik, transparan dalam menyelenggarakan pemilu.

"Ikut menyatakan pilpres tidak sah, dihadiri ketum, sangat amat memerosotkan citra Partai Golkar , sebagai partai tua yang berpolitik secara matang," pungkasnya.(mdk/bal)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.