Cari solusi masalah petani bawang di Nganjuk, Emil tawarkan Program ISC
Kendala lain yang menjadi perhatian, kata Emil lagi, adalah persoalan di hulu. "Ternyata bawang merah dari Bima, malah lebih bagus kualitasnya dibandingkan yang ada di Nganjuk. Padahal bibitnya berasal dari Nganjuk. Ini ironis," keluhnya.
Calon Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak sambangi sentra pertanian bawang merah di Kecamatan Sukomoro, Nganjuk, Selasa (6/3). Di sini, suami artis Arumi Bachsin melihat ada persoalan yang belum bisa diurai para petani. Sementara harga bawang merah makin miris.
Emilpun lantas mengajak para petani berdialog untuk mencari penyebab turunnya harga bawang merah. Lalu, ditemukan sejumlah fakta lapangan yang turut andil soal lemahnya posisi tawar petani ketika berhadapan dengan pasar.
"Kita lihat di sini (Sukomoro), ini disebut labuhan kedua. Di sini memang sangat tidak disarankan untuk menanam bawang merah, hasilnya tidak akan optimal karena beberapa faktor," terang bupati Trenggalek non-aktif ini.
Hanya saja, lanjutnya, posisi petani bawang merah juga dilematis. "Misalnya sudah terlanjur punya stock bibit, sayang kalau tidak ditanam. Padahal untuk menutup biaya obat, pupuk belum tentu bisa terkejar."
Lalu untuk pemupukan, katanya lagi, memakai pupuk urea saja, jelas tidak memadai. Sedangkan pupuk lainnya yang memadai ini tidak bersubsidi. "Inilah salah satu permasalahan yang menjadi kendala," ungkap doktor lulusan salah satu universitas di Jepang ini.
Melindungi kedaulatan pangan
Kendala lain yang menjadi perhatian, kata Emil lagi, adalah persoalan di hulu. "Ternyata bawang merah dari Bima, malah lebih bagus kualitasnya dibandingkan yang ada di Nganjuk. Padahal bibitnya berasal dari Nganjuk. Ini ironis," keluhnya.
Nah, untuk mengurai persoalan ini, Cawagub nomor urut 1 ini menyebut program Information Super Corridor (ISC) untuk membangun jejaring informasi dua arah dari pelaku usaha lokal dan mitra, baik di dalam maupun luar daerah.
"Dengan program ini para petani bisa benar-benar mendapat input harga retail bawang merah sampai ke ujung. Misalnya, teman-teman petani dan pedagang bisa tahu ketika ditanya berapa harga (bawang) di Surabaya," paparnya.
Selain itu, masih kata Emil, tugas pemerintah adalah mengendalikan inflasi. Persoalan ini juga dibahas dalam 9 Program Nawa Bhakti Satya. Masalah pertanian, dikupas dalam Bhakti ke-6: Jatim Agro, yang bertujuan untuk memajukan sektor pertanian, peternakan, hingga bicara masalah kesejahteraan nelayan.
"Agro tidak sekadar mencari untung-rugi dari sektor pertanian, melainkan esensinya melindungi kedaulatan pangan. Termasuk kedaulatan bawang merah," tandasnya.
(mdk/fik)