Capres PKS Tak Ada Nama Prabowo, Gerindra: Dulu Dukung SBY, Sekarang AHY
Desmond mengingatkan, jangan sampai Pemilu cuma jadi ajang perebutan kekuasaan semata. Siapapun yang maju menjadi calon presiden harus berorientasi memperbaiki masyarakat.
Wakil Ketua Dewan Pembina Gerindra Desmond J Mahesa menanggapi nama calon presiden yang didorong PKS tidak ada nama Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto. Desmond mengaku tidak ada masalah siapapun yang dicalonkan oleh PKS.
Malah menurutnya, PKS kembali lagi bersama Partai Demokrat dan Susilo Bambang Yudhoyono seperti sebelumnya. Karena munculnya nama putra SBY, Ketua Umum Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).
"Enggak masalah. Dulu juga PKS mendukung SBY, ada nama AHY, berarti kembali ke kiprahnya ya kan," ujar Desmond di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (20/9).
Desmond mengingatkan, jangan sampai Pemilu cuma jadi ajang perebutan kekuasaan semata. Siapapun yang maju menjadi calon presiden harus berorientasi memperbaiki masyarakat.
"Politik kan dinamis, tinggal orientasinya hari ini dalam rangka memperbaiki masyarakat atau cuma perebutan kekuasaan," ujarnya.
Menurutnya, kalau hanya perebutan kekuasaan, hanya akan merugikan masyarakat luas.
"Kalau cuma perebutan kekuasaan setiap pemilihan hanya prosedural yang akhirnya rakyat selalu dirugikan seperti kondisi hari ini," kata wakil ketua Komisi III DPR RI ini.
Sebelumnya, PKS munculkan enam nama tokoh yang bakal didukung di Pemilu 2024. Menariknya, dari sederet tokoh tersebut, tidak ada nama Ketum Gerindra Prabowo Subianto.
Enam tokoh ini muncul setelah dilakukan Musyawarah Majelis Syura (MMS) VII di Bandung pada 14-15 Agustus 2022.
Tokoh tersebut memiliki tiga kriteria utama, yaitu memiliki karakter nasionalis-religius, berpeluang besar untuk menang, dan menjadi simbol perubahan untuk Indonesia yang lebih baik.
Ketua Bidang Humas DPP PKS Ahmad Mabruri mengungkapkan, mereka adalah Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno, Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto dan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar alias Cak Imin.
"Nasionalis religius bisa Anies Baswedan, Sandiaga Uno, AHY, Ridwan kamil, Muhaimin Iskandar, Airlangga Hartarto," kata Ahmad Mabruri, saat dihubungi merdeka.com, Minggu (18/9).
(mdk/eko)