LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. POLITIK

Caleg wanita Gerindra di Solo cakar pengurus partai sendiri

Kemarahan Kurnia kemungkinan dipicu perolehan suara Kurnia saat pileg yang tak signifikan.

2014-04-12 09:57:34
Gerindra
Advertisement

Dua pengurus Partai Gerindra Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Kota Solo, Jawa Tengah, terlibat pertengkaran hebat. Cekcok sesama pengurus partai tersebut melibatkan Wakil Ketua DPC Nanang Sapto Nugroho dan Kurnia Sari, sekretaris partai.

Informasi yang dihimpun di kantor DPC Gerindra Solo, Sabtu (12/4), menyebutkan Kurnia yang juga calon legislatif (caleg) Dapil Laweyan tersebut datang ke kantor DPC di wilayah Pasar Kembang sekitar pukul 22.00 WIB. Pada saat bersamaan, di lantai 2 sedang berlangsung rapat antara Nanang bersama pengurus lainnya. Kurnia yang ikut bergabung, langsung terlibat adu mulut dengan Nanang, hingga terjadi pertengkaran hebat.

"Mbak Kurnia tiba-tiba marah-marah ke pak Nanang. Sempat adu mulut, dan saya lihat mbak Kurnia berkali-kali memarahi Pak Nanang. Tak hanya itu, Mbak Kurnia juga menampar dan mencakar muka dan tangan Pak Sapto. Tapi pak Sapto tidak melawan," ujar Wahyu, saksi mata, yang juga pengurus Gerindra Solo.

Lebih lanjut Wahyu menceritakan, pertengkaran berlangsung sekitar 15 menit. Namun tak ada yang berani melerai. Kurnia terlihat sangat marah dan terus menyerang Nanang dengan membabi buta. Tetapi tak ada perlawanan dari Nanang. Kurnia baru menghentikan amukannya setelah suami dan keluarganya datang melerai.

Mengenai motif pertengkaran, Wahyu mengaku tak mengetahui pasti. Namun saat datang, Kurnia yang dalam kondisi emosi, menanyakan kepada Nanang perihal surat mandat untuk saksi saat pencoblosan. Surat mandat dimaksud tanpa sepengetahuan Kurnia sebagai sekretaris partai. Namun Nanang beralasan hanya menjalankan tugas dari Ketua DPC.

"Kata Pak Nanang surat mandat sudah sepengetahuan Ketua DPC. Tapi Mbak Kurnia tetap tidak terima dan marah-marah," paparnya.

Kemarahan Kurnia, lanjut Wahyu, kemungkinan juga dipicu perolehan suara Kurnia saat pileg, yang tak signifikan. Hal tersebut menyebabkan Kurnia kecewa karena kemungkinan terpilih menjadi caleg sangat kecil.

Atas kejadian tersebut, Nanang bersama pengurus lainnya melakukan visum ke Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Solo. Nanang juga bermaksud melaporkan kejadian tersebut ke Polresta Solo.

Sementara itu, baik Nanang maupun Kurnia hingga berita ini diturunkan, belum bisa dihubungi. Demikian juga Kasubag Humas Polresta Solo, Sis Rainawati mengatakan pihaknya belum menerima adanya laporan tersebut. "Sudah saya cek, belum ada laporan penganiayaan dari partai manapun," pungkasnya.

Baca juga:
Warga banting kompor dari caleg kalah karena disuruh kembalikan
RSHS Bandung siapkan kamar VIP untuk caleg stres
Ini kisah-kisah tragis caleg gagal Pileg 2014
Di Cirebon banyak caleg gagal stres berobat ke paranormal
RSHS Bandung 'buka lowongan' caleg stres

(mdk/ren)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.