LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. POLITIK

Cak Imin minta kader PKB tak terlibat konflik & harus jadi penyejuk

Ketua Umum DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar alias Cak Imin, meminta seluruh kader PKB untuk tidak terlibat konflik, permusuhan, caci maki, dan saling serang dengan sesama anak bangsa. Apalagi itu dilakukan di media sosial maupun dunia nyata.

2017-01-19 00:23:02
PKB
Advertisement

Ketua Umum DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar alias Cak Imin, meminta seluruh kader PKB untuk tidak terlibat konflik, permusuhan, caci maki, dan saling serang dengan sesama anak bangsa. Apalagi itu dilakukan di media sosial maupun dunia nyata.

"Kader PKB harus hadir sebagai penyejuk di tengah konflik yang terjadi saat ini. Jangan terlibat permusuhan, saling serang dan caci maki antarsesama anak bangsa," kata Cak Imin usai di Jakarta, Rabu (18/1). Seperti diberitakan Antara.

Jagat media sosial, menurut Cak Imin, sudah terlampau banyak umpatan kasar berseliweran. Bahkan, umpatan tersebut memicu konflik baru antarsesama anak bangsa.

Oleh karena itu, dirinya meminta kader PKB jangan terjebak dalam arus tersebut. "Kita hadir sebagai penenang sekaligus penyejuk. Kalau ada orang yang berbeda pandangan, dekati mereka. Beri pemahaman kepada mereka, jangan musuhi mereka," ujarnya.

Cak Imin mengingatkan, sekarang ini tidak jelas mana berita fakta dan hoax atau fitnah. Meski begitu, terpenting PKB hadir sebagai solusi kenyamanan, kesejukan, ketenteraman bagi bangsa ini.

"Kondisi sekarang umat Islam tengah memiliki spirit berlebih, dan itu tidak dapat disalahkan. Kita bahkan patut bangga karena umat Islam di perkotaan telah bangkit," tuturnya.

Kebangkitan tersebut, kata dia, tinggal diarahkan menjadi kebangkitan positif untuk bangsa Indonesia. Salah satunya dengan membuat gerakan-gerakan sosial melibatkan umat Islam.

Dia mencontohkan, gerakan salat subuh berjemaah sepertinya biasa bagi kalangan Nahdlatul Ulama (NU). "Gerakan seperti ini patut didukung untuk menjaga spirit Islam yang tengah bangkit di perkotaan," terangnya.

Baca juga:
MUI soroti pertentangan dan konflik yang menggerogoti Indonesia
Undang PGI ke Istana, Jokowi bahas kegelisahan akibat multikultural
Ini jawaban Menteri Agama soal usulan kaji kembali UU Penodaan Agama
Wapres JK: Toleransi dilakukan semua, tidak cuma satu pihak saja
Temui wali kota, Dubes AS puji keberagaman di Solo
Temui Jokowi, Antropolog mengeluh Indonesia darurat intoleransi

Advertisement
(mdk/ang)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.