Bukan cawapres, KH Ma'ruf Amin dinilai lebih cocok jadi tempat bertanya tokoh bangsa
Petrus menjelaskan Jokowi memerlukan pendamping yang energik untuk mengimbangi kerja dalam menyelesaikan program-programnya.
Wakil Sekretaris Jenderal Bidang Hukum DPP Partai Hanura, Petrus Selestinus mengaku partainya sangat menghormati figur Ketua Umum MUI KH Ma'ruf Amin yang disebut-sebut masuk kandidat cawapres Joko Widodo. Namun, Petrus menilai kiai Ma'ruf yang sudah berusia 75 tahun ini lebih diperlukan sebagai seorang ulama dan sesepuh bangsa ketimbang menjadi cawapres.
"Terlepas dari semua kebesaran Ma'ruf Amin, beliau sudah tua, tidak pas untuk kebutuhan bangsa saat ini," ujar Petrus saat dihubungi, Sabtu (28/7/2018).
Petrus menjelaskan Jokowi memerlukan pendamping yang energik untuk mengimbangi kerja dalam menyelesaikan program-programnya.
"Harus bisa menunjang dan memperlancar visi presiden Jokowi. Jadi kalau ditunjang dan dibantu wakil presiden yang masih segar bugar lebih baik," ungkap Petrus.
Dia mengatakan, kiai Ma'ruf merupakan sosok tempat mengadu dan pemberi nasihat para tokoh bangsa.
"Sebaiknya (Ma'ruf) jadi figur yang jadi tempat bertanya tokoh-tokoh bangsa. Kan ini lebih baik, lebih elok," jelas dia.
Baca juga:
Belajar dari pengalaman, gandeng ulama jadi Cawapres tak jamin menang
PDIP akui nama Ma'ruf Amin sejak awal masuk kandidat cawapres Jokowi
Ketua MUI Ma'ruf Amin siap jadi cawapres Jokowi
Cawapres Jokowi diprediksi salah satu dari 3M
Disebut jadi kandidat cawapres Jokowi, begini jawaban santai Ma'ruf Amin