BPN Sebut 80 Nama Calon Menteri Prabowo Tak Semua dari Parpol Koalisi
Capres nomor urut 02, Prabowo Subianto telah mengantongi 80 nama yang bakal menjadi calon menteri jika terpilih pada tanggal 17 April nanti. Sampai saat ini 80 nama ini belum diumumkan dan rencananya akan diumumkan saat Prabowo kampanye di Surabaya, Jawa Timur.
Capres nomor urut 02, Prabowo Subianto telah mengantongi 80 nama yang bakal menjadi calon menteri jika terpilih pada tanggal 17 April nanti. Sampai saat ini 80 nama ini belum diumumkan dan rencananya akan diumumkan saat Prabowo kampanye di Surabaya, Jawa Timur.
Nama-nama yang masuk dalam daftar ini diperkirakan tak hanya berasal dari parpol pengusung Prabowo-Sandi, tapi kemungkinan dari parpol non koalisi. Demikian diungkapkan Anggota Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, M Riza Patria, Kamis (11/4).
"Saya kira nanti akan dilihat, Prabowo menyampaikan dia akan menyiapkan kabinet ke depan insyaallah menang, adalah dari putra putri terbaik bangsa. Termasuk dari parpol pendukung dan mungkin saja dari partai bukan pendukung," jelasnya ditemui di Bawaslu RI, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat.
Riza mengatakan tak masalah orang yang direkrut dari parpol non koalisi, sepanjang mereka memiliki integritas dan kompetensi. Prabowo, kata dia, tak pandang bulu sehingga tidak akan menempatkan kepentingan pribadinya.
"Selama beliau adalah putra putri terbaik bangsa yang memiliki integritas dan kompetensi, dari semua agama dan daerah juga akan terwakili," ujarnya.
"Jadi Prabowo itu orang yang adil, bijak, tidak mementingkan kepentingan pribadi, keluarga, kelompok partai, tapi akan mengakomodir seluruh putra putri terbaik bangsa untuk bersama-sama bangun bangsa, memajukan, dan Indonesia bangkit," lanjutnya.
Riza menambahkan, jika nantinya Prabowo-Sandi menang Pilpres, pihaknya pun membuka peluang bagi parpol koalisi Indonesia Kerja untuk masuk dalam koalisi Prabowo-Sandi. Jika menang, pihaknya tak hanya ingin menang di eksekutif, tapi juga legislatif.
"Soal itu (menarik Koalisi Indonesia Kerja) sangat mungkin. Kalau kita menang di eksekutif ya kita ingin menang juga di parlemen. Partai pendukung kami kan cuma lima, bisa saja ada partai tambahan lainnya yang ingin sama-sama di koalisi kan sangat mungkin. Waktu itu begitu juga Pak Jokowi. Terbuka bagi semua partai dan duduk di parlemen bersama-sama," pungkasnya.
Juru Bicara BPN, Habiburokhman mengatakan nama-nama yang masuk daftar ini belum ditentukan akan menduduki jabatan apa karena belum dibicarakan secara khusus. Namun tidak menutup kemungkinan mereka akan diangkat jadi menteri.
"Sebenarnya bukan menteri tapi 80 putra putri terbaik bangsa yang ada di kubu Prabowo-Sandi. Apakah akan jadi menteri A atau si A jadi menteri B, belum dibicarakan secara khusus," ujarnya di Bawaslu RI.
Dia pun enggan menyebut sejumlah tokoh yang masuk dalam 80 nama tersebut. Menurutnya yang tahu hanya Prabowo.
"Saya enggak tahu. Itu kan dewa-dewa kita yang di atas (yang tahu)," tutupnya.
Baca juga:
Membongkar Cara Jokowi & Prabowo Bawa Indonesia Keluar dari Jebakan Kelas Menengah
Habiburokhman Bangga Prabowo Gebrak Podium Kampanye
Sandi Janji Turunkan Tarif Listrik Biar Kantong Emak-Emak Isi Duit Bukan Kartu
Ganjar Tegaskan Tak Hanya Prabowo, Jokowi Juga Dilarang Kampanye di Simpang Lima
Direktur Para Syndicate Sebut Elektabilitas Kedua Capres-Cawapres Cenderung Naik
AHY Singgung Nama Prabowo Saat Kampanye Demokrat di Cirebon