LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. POLITIK

Boy Rafli Amar: Solidaritas Sosial Kunci Hadapi Tekanan Global dan Domestik

Mantan Kepala BNPT Komjen Pol. (Purn.) Boy Rafli Amar menekankan pentingnya solidaritas sosial dan nilai kekeluargaan sebagai benteng hadapi tekanan global dan domestik yang kompleks.

Minggu, 17 Mei 2026 19:02:11
solidaritas sosial
Mantan Kepala BNPT Komjen Pol. (Purn.) Boy Rafli Amar menekankan pentingnya solidaritas sosial dan nilai kekeluargaan sebagai benteng hadapi tekanan global dan domestik yang kompleks. (AntaraNews)
Advertisement

Mantan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Pol. (Purn.) Boy Rafli Amar menyoroti urgensi memperkuat nilai kebersamaan dan solidaritas sosial di tengah dinamika global yang penuh tekanan. Pernyataan ini disampaikan dalam acara "Silaturahmi Tanpa Batas" Ikatan Alumni SMA 37 Jakarta (Ikasman 37) di Jakarta pada Minggu (17/5).

Menurut Boy Rafli, kondisi global dan domestik saat ini menuntut masyarakat untuk lebih erat dalam menjalin kekeluargaan. Ia menegaskan, “Kita tidak bisa menutup mata bahwa situasi hari ini penuh tekanan, baik dari faktor global maupun dalam negeri. Justru dalam situasi seperti ini, nilai kekeluargaan menjadi benteng utama.”

Acara silaturahmi tersebut tidak hanya menjadi ajang temu lintas generasi, tetapi juga platform refleksi bersama. Diskusi difokuskan pada bagaimana bangsa Indonesia dapat menghadapi berbagai tekanan, baik dari dinamika global maupun persoalan domestik yang kompleks.

Memperkuat Ketahanan Sosial dan Empati di Tengah Tantangan

Boy Rafli Amar menjelaskan bahwa ketahanan sosial sebuah bangsa tidak hanya terbangun dari kebijakan pemerintah semata, melainkan juga dari sikap dan perilaku masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. Ia mengingatkan, “Kita ini bangsa besar, tetapi kekuatan itu akan runtuh kalau kita tidak saling menjaga."

Advertisement

Ia menekankan pentingnya menjaga empati di tengah tantangan ekonomi dan derasnya arus informasi. "Jangan sampai tantangan ekonomi dan informasi justru membuat kita kehilangan empati,” tambahnya, menggarisbawahi pentingnya solidaritas sosial.

Solidaritas sosial menjadi fondasi penting untuk memastikan masyarakat tetap teguh menghadapi berbagai cobaan. Dengan saling mendukung dan berbagi, beban yang dirasakan akan terasa lebih ringan dan potensi konflik dapat diminimalisir.

Advertisement

Bijak Mengelola Konsumsi dan Menjaga Kepercayaan Publik

Dalam kesempatan tersebut, Boy Rafli juga mengingatkan masyarakat agar bijak dalam mengelola pola konsumsi, terutama di tengah situasi ekonomi saat ini. Ia berpesan, “Prioritaskan kebutuhan pokok, bukan keinginan. Jangan terpancing kepanikan yang justru membuat kita menimbun bahan pokok secara berlebihan.”

Masyarakat diimbau untuk tidak terpancing kepanikan yang dapat mendorong tindakan menimbun bahan pokok secara berlebihan. Tindakan menimbun ini tidak hanya merugikan diri sendiri, tetapi juga dapat mengganggu ketersediaan pasokan bagi masyarakat luas.

Selain itu, Boy Rafli mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tetap menjaga kepercayaan terhadap institusi negara. Ia mengakui bahwa kritik terhadap pemerintah adalah hal yang wajar dan bahkan diperlukan sebagai kontrol sosial, namun ia menegaskan, “Kritik boleh, bahkan perlu, tetapi jangan sampai kita kehilangan kepercayaan secara total karena itu justru membuka ruang ketidakpastian yang lebih besar.”

Pemanfaatan Media Sosial dan Ancaman Hoaks

Penggunaan media sosial yang semakin masif juga menjadi sorotan Boy Rafli Amar. Ia menilai platform digital ini memiliki pengaruh besar dalam membentuk opini publik dan harus dimanfaatkan secara positif. Ia menyerukan, “Gunakan media sosial untuk hal positif, untuk membangun, bukan menyebarkan ketakutan atau kebencian.”

Boy Rafli turut mengingatkan bahaya hoaks yang berpotensi memicu konflik di tengah masyarakat. Ia menjelaskan, “Hoaks itu bukan sekadar informasi salah, tetapi bisa menjadi pemicu konflik. Kita harus disiplin memverifikasi informasi.”

Masyarakat diharapkan untuk selalu kritis dan tidak mudah percaya pada informasi yang belum jelas kebenarannya. Verifikasi informasi sebelum menyebarkannya adalah bentuk tanggung jawab sosial untuk menjaga kerukunan dan stabilitas bangsa.

Silaturahmi Lintas Generasi Ikatan Alumni SMA 37 Jakarta

Acara "Silaturahmi Tanpa Batas" Ikatan Alumni SMA 37 Jakarta (Ikasman 37) ini turut dihadiri oleh berbagai tokoh yang merupakan alumni dan kini berkiprah di berbagai bidang. Kehadiran mereka menunjukkan kuatnya ikatan kekeluargaan dan solidaritas sosial di antara para alumni.

Advertisement

Sumber: AntaraNews

Berita Terbaru
  • Alarm Metana Bantargebang: Mendesak Perubahan Sistem Pengelolaan Sampah DKI Jakarta
  • Jemaah Haji Apresiasi Efisiensi Layanan Makkah Route di Bandara Soekarno-Hatta
  • KPU Kulon Progo Usulkan Integrasi Pendidikan Pemilih dalam Kurikulum PPKn
  • Wakil Bupati Lebak Lepas 365 Calon Haji Lebak, Tekankan Pentingnya Kesehatan dan Kekompakan
  • HSBC 2026 Buka Jalan Tim Basket Pelajar Indonesia Berlaga di Asia
  • alumni sma 37
  • antara news
  • anti-hoaks
  • boy rafli amar
  • ekonomi keluarga
  • kepercayaan publik
  • ketahanan sosial
  • konten ai
  • media sosial bijak
  • merdekaantara
  • solidaritas sosial
  • tekanan global
Artikel ini ditulis oleh
Editor Redaksi Merdeka
R
Reporter Redaksi Merdeka
Disclaimer

Artikel ini dihasilkan oleh AI berdasarkan data yang ada. Gunakan sebagai referensi awal dan selalu pastikan untuk memverifikasi informasi lebih lanjut sebelum mengambil keputusan.

Berita Terpopuler

Berita Terpopuler

Advertisement
Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.