Bom Samarinda, Ketua DPR bilang 'orang tak berdosa kena akibatnya'
Bom Samarinda, Ketua DPR bilang 'orang tak berdosa kena akibatnya'. Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Ade Komarudin (Akom) mengutuk keras aksi teror bom terjadi di Gereja Oikemene di Sengkotek, Harapan Baru, kecamatan Samarinda Seberang, kota Samarinda, Kalimantan Timur pada Minggu (13/11) pagi.
Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Ade Komarudin (Akom) mengutuk keras aksi teror bom terjadi di Gereja Oikemene di Sengkotek, Harapan Baru, kecamatan Samarinda Seberang, kota Samarinda, Kalimantan Timur pada Minggu (13/11) pagi.
"Yang pasti ini kejadian yang kesekian kali, DPR mengutuk keras peristiwa itu, orang yang tak berdosa kena akibatnya, terlebih-lebih anak-anak, saya mendengar tadi ada yang wafat 1 orang," kata Ade di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (14/11).
Pria yang akrab disapa Akom ini menegaskan, ada 3 kejahatan yang menjadi musuh bersama bangsa Indonesia yang harus segera diberantas yakni terorisme, narkoba dan korupsi.
"Anak-anak ini masa depan bangsa kita, dapat dipastikan ini terorisme, sebagaimana saya sering katakan sebelumnya pernah saya katakan bahwa narkoba, korupsi dan terorisme adalah musuh besar bangsa ini yang secara sistematis kekuatan bangsa harus diterapkan untuk memberantas itu," tegasnya.
Akom juga khawatir gerak para teroris telah menjamur menyusupi setiap kegiatan publik, semisal aksi demonstrasi. Dia menyebut banyak aksi demonstrasi yang ternyata disusupi para teroris yang tentu saja merusak demokrasi di Indonesia.
"Itu yang saya khawatirkan penyusupan teroris ini pada saat rakyat kita melakukan demonstrasi, padahal rakyat sesungguhnya menyampaikan aspirasi tapi justru disusupi para terorisme, merusak demokrasi itu sendiri. Itu yang harus kita waspadai oleh seluruh elemen masyarakat," tegasnya.
Seperti diketahui, bom berjenis low explosive meledak sekira pukul 10.00 WITA, usai jemaat melakukan ibadah. Densus 88 terus mengejar jaringan lainnya.
Kapolda Kalimantan Timur Irjen Safaruddin memastikan, teror itu adalah perbuatan seorang teroris. Akibat kejadian ini 5 anak-anak menjadi korban. Satu diantaranya meninggal dunia.(mdk/rnd)