Bertemu Jokowi, Cara Ganjar Mencairkan Ketegangan Usai Polemik Piala Dunia U-20?
Diketahui, antara Ganjar dan Presiden Jokowi tidak sejalan mengenai perhelatan Piala Dunia U-20 di Indonesia. Ganjar dengan tegas menolak Timnas Israel bermain di Indonesia, yang berbuntut FIFA memutuskan untuk membatalkan Indonesia menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20.
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo bertemu dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Masjid Raya Sheikh Zayed, Solo. Ganjar mengaku sengaja datang ke Solo untuk menemani Presiden Jokowi Salat Jumat (7/4).
Peneliti Indikator Politik Indonesia, Bawono Kumoro menilai, momen pertemuan Ganjar dengan Presiden Jokowi di Solo sebagai upaya Ganjar untuk kembali mencairkan ketegangan setelah polemik Piala Dunia U-20.
Diketahui, antara Ganjar dan Presiden Jokowi tidak sejalan mengenai perhelatan Piala Dunia U-20 di Indonesia. Ganjar dengan tegas menolak Timnas Israel bermain di Indonesia, yang berbuntut FIFA memutuskan untuk membatalkan Indonesia menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20.
"Mungkin Ganjar Pranowo berusaha untuk coba mendekati Presiden mencairkan ketegangan kendala psikologis muncul akibat kegagalan Indonesia menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20," kata Bawono, saat dihubungi merdeka.com, Sabtu (8/4).
Jokowi Ingin Menunjukkan Sebagai King Maker
Kendati demikian, menurut Bowo, usai polemik Piala Dunia U-20 apakah preferensi politik Presiden Jokowi tentang siapa sosok paling pantas untuk melanjutkan kepemimpinan nasional lima tahun mendatang masih tertuju pada Ganjar atau tidak belum bisa diprediksi.
Namun dikatakan Bowo, yang sangat jelas Jokowi hendak mengirim pesan politik bahwa dia juga memiliki kemampuan menjadi king maker di Pemilu 2024. Hal itu terwujud pada saat pertemuan di DPP PAN pada 2 April 2023, yang mana memunculkan wacana koalisi besar dan menunjukkan kembali dukungan kepada Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto.
"Dengan memunculkan itu Presiden Joko Widodo hendak memberikan kode kepada partai-partai koalisi bahwa ketua umum Partai Gerindra itu merupakan bakal calon presiden paling pantas meneruskan program program pembangunan Presiden telah dan sedang dilakukan saat ini," imbuh dia.
Ikuti perkembangan terkini seputar berita Pemilu 2024 hanya di merdeka.com
(mdk/gil)