LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. POLITIK

Berprestasi selama jadi mensos, Khofifah dinilai kompeten bangun Jawa Timur

Menjadi pemimpin Jawa Timur harus memiliki kompetensi dan rekam jejak yang jelas. Calon pemimpin harus terbukti memiliki kompetensi dan program yang jelas untuk mengatasi problem di masyarakat. Terutama, tiga persoalan besar di Jawa Timur, dari kemiskinan, pengangguran, hingga ketimpangan.

2018-02-24 07:11:00
Pilgub Jatim
Advertisement

Menjadi pemimpin Jawa Timur harus memiliki kompetensi dan rekam jejak yang jelas. Calon pemimpin harus terbukti memiliki kompetensi dan program yang jelas untuk mengatasi problem di masyarakat. Terutama, tiga persoalan besar di Jawa Timur, dari kemiskinan, pengangguran, hingga ketimpangan.

"Sudah harus memunculkan kapasitas yang lebih optimal, sudah saatnya bicara tentang program kapasitas menyelesaikan masalah terutama masalah kemiskinan. Ini yang harus diselesaikan (kemiskinan)," kata pengamat politik Universitas Airlangga (Unair), Airlangga Pribadi Kusman di Surabaya, Sabtu (24/2).

Airlangga menilai calon Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sukses mengukir banyak prestasi saat memimpin Kementerian Sosial dan di sejumlah organisasi. Terutama mengentaskan kemiskinan. Prestasi tersebut dinilai sebagai bukti kompetensi Khofifah memimpin suatu daerah atau lembaga.

Advertisement

"Jangan lupa bu Khofifah pengalaman 3 tahun Mensos bersama Presiden Jokowi, ikut serta membantu mengentaskan kemiskinan. Itu sebagai pengalaman. Artinya ini punya kontribusi menurunkan gini ratio (ketimpangan). Ini pengalaman yang patut diapresiasi," jelasnya.

Seperti diketahui, berdasarkan data BPS (Badan Pusat Statistik) tingkat ketimpangan penduduk Indonesia pada bulan September 2017 berada di posisi 0,391. Angka ini menurun sebesar 0,002 poin jika dibandingkan dengan Gini Ratio Maret 2017 yang sebesar 0,393.

Selain itu, lanjut Ailangga, Khofifah juga sukses membawa Kementerian Sosial meraih predikat Wilayah Bebas Korupsi dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Kemudian penghargaan Top 99 Inovasi Pelayanan Publik 2017 dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) atas program 'Risol Gepeng (Rehabilitasi Sosial Gelandangan Pengemis).

Advertisement

Di sisi lain, Khofifah menegaskan siap kembali ke Jawa Timur membangun, mengentaskan kemiskinan bersama Emil Elistianto Dardak. Khofifah menuturkan sudah menyiapkan program khusus untuk mengatasi tiga permasalahan utama Jawa Timur.

"Prestasi pemprov luar biasa, tapi di kemiskinan, di ketimpangan dan pengangguran. Itu tiga PR besar. Tiga hal yang menjadi prioritas harus kerja bersama untuk Jatim Sejahtera. Tidak bisa sendiri," ucap Khofifah.

Seperti diketahui, pasangan Khofifah-Emil dalam Nawa Bhakti Satya menggagas program Jatim Sejahtera dengan PKH (Program Keluarga Harapan) Plus untuk membantu penduduk miskin 38 kab/kota dan disabilitas, lansia terlantar, perempuan kepala keluarga rentan agar lebih sejahtera Kemudian, Jatim Berdaya dengan mendorong ekonomi kerakyatan melalui UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah), koperasi dan Program One Village One Product One Corporate& Agropolitan.

"Ada energi yang kita punya rasanya. Saya lahir di Surabaya dan saya rasa bahwa ada gravitasi kuat bagi saya untuk membaktikan diri di Jawa Timur. Kalau masyarakat Jawa Timur memberikan amanat, kepercayaan itu," kata Ketua Muslimat NU tersebut.

(mdk/bal)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.