Berkoar jadi ketua komisi III, Ruhut langar kesantunan Demokrat
Kalau biasanya politikus Demokrat 'malu-malu' soal jabatan. Ruhut sudah bicara sana-sini sebelum resmi ditunjuk.
Politikus Partai Demokrat Ruhut Sitompul berkoar-koar telah ditunjuk menggantikan Gede Pasek Suardika sebagai ketua komisi III DPR. Ruhut mengatakan, surat pengangkatannya menjadi ketua komisi hukum sudah berada di tangan Wakil Ketua DPR bidang Politik Hukum dan Keamanan Priyo Budi Santoso . Informasi pengangkatan tersebut diperoleh langsung dari Priyo.
"Udah dong (jadi ketua komisi III), kan Pak Priyo yang ngasih tahu. Infonya dari Pak Priyo," kata Ruhut saat dihubungi, Senin (22/7).
Ruhut menjelaskan, serah terima seharusnya sudah dilakukan sejak masa sidang kemarin. Akan tetapi, lanjut dia, karena terpotong masa reses, sehingga pengangkatan dilakukan usai reses.
"Harusnya serah terimanya sudah, tapi karena kepotong reses, akhirnya nanti habis lebaran (habis reses)," ujarnya.
Anehnya klaim Ruhut ini dibantah sejumlah petinggi Demokrat. Ketua Harian Partai Demokrat Syarief Hasan membantah sudah menunjuk Ruhut untuk menjadi ketua Komisi III.
"Siapa bilang menunjuk, yang jelas ini. Semua yang bagus kita pelihara kita tingkatkan," imbuhnya.
Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Max Sopacua mengaku belum tahu kabar Ruhut Sitompul akan didaulat menjadi ketua Komisi III DPR. Namun Max tidak memungkiri hal itu bisa saja terjadi.
Max mengatakan, hingga saat ini belum ada sama sekali pemberitahuan soal pengangkatan Ruhut menggantikan Gede Pasek Suardika di komisi hukum itu.
"Kalau itu kita enggak tahu, karena belum ada pemberitahuan," kata Max saat dihubungi, Senin (22/7).
Ketua Fraksi Partai Demokrat Nurhayati Ali Assegaf juga membantah wacana rotasi di tubuh fraksi Partai Demokrat. Apalagi menunjuk Ruhut.
"Belum dibahas, belum ada pembahasan," kata Nurhayati.
Apa yang dilakukan Ruhut memang tak lazim dilakukan para politikus Partai Demokrat. Biasanya mereka menerapkan politik 'santun' alias malu-malu untuk suatu posisi. Pantang melangkahi pemberitahuan dari Ketua Umum sekaligus Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono.
Tengoklah saat Demokrat mengganti Ketua Fraksi dari Jafar Hafsah menjadi Nurhayati Assegaf. Tak ada gembor-gembor. Nurhayati pun tak pernah bicara sebelum akhirnya dipilih. Saat itu SBY langsung yang menunjuk Nurhayati.
"Itu penilaian dari Pak SBY dan Pak Anas. Kalau penilaian itu dihadapkan kepada saya, saya sangat bersyukur dan berterimakasih. Saya akan membuktikannya," ujar Nurhayati setelah terpilih.
Ruhut memang lain. Saat politikus Demokrat lain membantah, dia bersikeras memang sudah ditunjuk. Tapi Ruhut mengaku telah diperingati Syarief Hassan soal jabatan ketua Komisi III. Jangan banyak ngomong sebelum benar-benar dilantik.
Hut jangan ngomong dulu sebelum ditelan, ojo kesusu," jelas Ruhut menirukan ucapan Syarief.(mdk/ian)