LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. POLITIK

Berkarya: Jika pers tunduk pada pemilik modal, kiamat demokrasi kita

"Ekspos pemberitaan antara kubu, tarulah pasangan Prabowo-Sandi dengan Pak Jokowi dan Pak Ma'ruf itu jomplang sekali, terutama di media massa mainstream. Ini mohon maaf harus kita sampaikan, ini temuan kita angkanya itu kurang lebih 70-30," katanya saat jumpa pers di jalan Daksa.

2018-09-13 23:29:14
Pilpres 2019
Advertisement

Para Sekjen koalisi partai politik pengusung capres-cawapres Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno melakukan rapat rutin di Jl Daksa I nomor 10, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (13/9). Usai rapat, Sekjen Partai Berkarya Priyo Budi Santoso menganalisa, media massa yang tak berimbang memberitakan Jokowi-KH Ma'aruf Amin dan Prabowo-Sandi.

"Ekspos pemberitaan antara kubu, tarulah pasangan Prabowo-Sandi dengan Pak Jokowi dan Pak Ma'ruf itu jomplang sekali, terutama di media massa mainstream. Ini mohon maaf harus kita sampaikan, ini temuan kita angkanya itu kurang lebih 70-30," katanya saat jumpa pers di jalan Daksa.

Priyo menambahkan, selama ini Pers merupakan salah satu penjaga gawang demokrasi yang dicita-citakan dengan baik. Baik itu media online, cetak, televisi, media elektronik, media sosial dan sebagainya. Namun setelah mereka analisa selama tiga minggu, koalisi Prabowo-Sandi menangkap dengan angka yang mencengangkan.

Advertisement

"Ini memang agak mengejutkan, tapi mohon maaf para sekjen berkepentingan untuk mengumumkan di depan publik, bahwa ekspos pemberitaan ini kurang berimbang," ujar Priyo.

Meski demikian, mereka mengakui bahwa pers adalah penjaga gawang demokrasi yang hebat dan tetap secara netral menjalankan visi misinya untuk menyampaikan dan mengeskpos dengan pemberitaan yang adil.

"Karena ini kalau tidak terjadi yang justru kita khawatirkan adalah nanti bakalan terjadi rasa kelelahan publik terhadap pemberitaan yang mungkin kurang seimbang," tuturnya.

Advertisement

Mantan politisi Golkar itu khawatir, media di tahun politik tidak independen karena tunduk dengan pemilik modal. Namun dia bangga, insan pers tetap mengawal dan berusaha mengemukakan informasi yang mengandung rasa keadilan untuk rakyat. Sebab rakyat perlu di asup dengan informasi yang berimbang.

"Kalau dunia pers nanti hanya tunduk kepada pemilik modal, ini akan berada pada hari kiamat demokrasi kita. Tapi kami meyakini mudah-mudahan pers kita memang tetap menjaga demokrasi yang hebat," tandas Priyo.

Baca juga:
Sandiaga: Warga NU juga alami masalah ekonomi, ingin pemimpin yang tegas
Sandiaga belum bisa pastikan hadir di Ijtima Ulama II
Merapat ke rumah Prabowo, Sandi lapor pesimisme rakyat soal lapangan kerja
Koalisi Prabowo usul debat Capres pakai bahasa Inggris
Temuan bertambah, koalisi Prabowo sebut ada 8,1 juta pemilih ganda
Oposisi kritik debat KPU mirip cerdas cermat: Paparan program 1 jam, bukan 3 menit

(mdk/rnd)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.