LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. POLITIK

Berbeda dengan PPP, PKB Nilai Penambahan Koalisi Bisa Lebih dari Satu Partai

Karding menyebut penambahan anggota koalisi tergantung Jokowi. Serta kesepakatan antara partai Koalisi Indonesia Kerja.

2019-07-26 17:10:17
PKB
Advertisement

Ketua DPP PKB Abdul Kadir Karding mengatakan, belum mengetahui berapa partai yang pendukung Prabowo-Sandiaga yang bergabung dengan koalisi. Sebab bisa saja, partai yang bergabung lebih dari satu.

"Spekulasi begitu kan bukan hanya satu bisa dua bisa tiga tapi kita belum tahu seperti apa jadi kita," katanya di Resto Seribu Rasa, Jumat (26/7).

Karding menyebut penambahan anggota koalisi tergantung Jokowi. Serta kesepakatan antara partai Koalisi Indonesia Kerja.

Advertisement

"Tunggu saja nanti seperti apa sikap politik Jokowi sebagai pimpinan koalisi, kedua pada partai-partai yang ada di KIK tentu akan ada pembicaraan nanti di KIK dan Jokowi," ucapnya.

Karding mengatakan koalisi belum menyatakan sikap resmi. Dia tidak merasa terusik dengan kehadiran anggota baru. Semuanya bakal menjadi keputusan Jokowi.

"Belum dibahas si, tapi pandangan PKB atau saya terserah Jokowi," ucapnya.

Advertisement

Apakah soal penambahan bakal dibahas dalam pertemuan hari ini, Karding mengatakan hanya akan ada pembicaraan informal.

"Paling formal informal lah, apa yang kira-kira bisa dibahas tapikan saya kira tidak mengarah pada sikap politik, mungkin diskusi-diskusi saja," kata dia.

Sebelumnya, Sekretaris Jenderal (Sekjen) PPP Arsul Sani mengklaim, belum mendengar terkait ada penambahan partai oposisi yang akan bergabung ke koalisi Jokowi-Ma'ruf Amin. Partainya kata Arsul, menyerahkan sepenuhnya kepada Presiden Terpilih Joko Widodo (Jokowi).

"PPP menyerahkannya kepada Pak Jokowi. Kita belum mendengar kok. Yang mau jadi Presiden kan Pak Jokowi," kata Arsul di Restoran Seribu Rasa, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (26/7).

Dia juga menduga jika ada penambahan partai hanya ada satu partai yang bergabung. Namun Arsul enggan membicarakan siapa yang akan bergabung. Dia menegaskan hal tersebut akan jadi prioritas Jokowi.

"Kalaupun berandai-andai ada pertambahan anggota koalisi itu tidak akan lebih dari 1 partai. Tapi satunya siapa, nah itulah biar menjadi keputusan Jokowi tentu setelah berbicara dengan para ketum parpol," lanjut Arsul.

(mdk/fik)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.