LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. POLITIK

Berapa besar pengaruh sosok Soeharto buat dongkrak suara di pilkada?

Pilihan Siti Hediati Hariyadi alias Titiek Soeharto jatuh pada pasangan calon nomor urut 3, Anies Baswedan dan Sandiaga Uno. Pada Sabtu (11/3) malam lalu, Titiek menggelar acara zikir memperingati Supersemar di Masjid Attin, Jakarta.

2017-03-15 06:01:00
Soeharto
Advertisement

Beberapa tahun belakangan, sosok Presiden RI ke-2 Soeharto kerap dimunculkan. Jargon 'Enak zaman ku toh' dan lain sebagainya yang identik dengan Soeharto ramai dipublikasikan ke masyarakat.

Jelang hajat politik seperti pilpres dan pilkada, sosok penguasa Orde Baru itu juga kerap dimunculkan. Seakan mau memberi kesan ke masyarakat bahwa zaman Orde Baru lebih baik ketimbang zaman sekarang.

Di Pilgub DKI 2017 ini, sosok Soeharto pun kembali dimunculkan. Adalah Siti Hediati Hariyadi alias Titiek Soeharto yang memunculkannya. Putri bungsu Soeharto ini langsung terjun dalam dukung mendukung calon pemimpin Ibu Kota.

Anies-Sandi bersama Prabowo dan Titiek Soeharto ©instagram.com/sandiuno

Advertisement


Pilihan mantan istri Prabowo Subianto ini jatuh pada pasangan calon nomor urut 3, Anies Baswedan dan Sandiaga Uno. Pada Sabtu (11/3) malam lalu, Titiek menggelar acara zikir memperingati Supersemar di Masjid Attin, Jakarta.

Sejumlah tokoh hadir di situ. Dari mulai Prabowo Subianto, Rizieq Syihab, hingga cagub Anies Baswedan. Para tokoh yang hadir pun ramai memuji sosok Soeharto.

Anies sendiri bangga mendapat dukungan politik dari keluarga Cendana. Dia yakin, keluarga Cendana memiliki kekuatan politik besar yang dapat membantu memenangkan pihaknya di Pilgub DKI 2017 putaran kedua yang akan digelar 19 April nanti.

"Kita ini hanya datang ke acara. Masak enggak datang. Didukung oleh sana saja efeknya sudah luar biasa," ucap Anies saat ditemui di Jalan Kapten Tendean, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Senin (13/3).

Dalam acara Haul Soeharto, Anies juga tampak berfoto dengan Tommy bersama Ustaz Arifin Ilham. Menurut dia, itu foto yang biasa saja.

Advertisement

Anies Baswedan bersama Ustaz Arifin Ilham dan Tommy Soeharto ©instagram.com/kh_m_arifin_ilham

"Menurut saya foto itu, jadi kita ini ingin bangun persatuan dan nuansanya bukan mengkotakkan-katakan, justru dipersatukan," kata Anies di bilangan Pulo Gadung, Jakarta, Senin (13/3).

Lantas efektifkah dukungan keluarga Cendana dan sosok Soeharto bagi keterpilihan calon di pilkada?

Pengamat politik dari UIN Syarief Hidayatullah Jakarta, Gun Gun Heryanto menilai nama Soeharto memiliki signifikansi terkait sumber polemik. Menurutnya ada kelompok yang ingin membangkitkan romantisme masa lalu, dan hal ini biasa terjadi dalam politik.

Namun, Gun Gun menilai, dengan melihat rekam jejak, Soeharto tak lagi memiliki pengaruh yang signifikan dalam politik.

Anies-Sandi bersama Prabowo dan Titiek Soeharto ©instagram.com/sandiuno


"Ya memang ada yang mau membangkitkan romantisme masa lalu. Saya melihat tidak lagi signifikan. Ada konstruksi ulang, bisa ada kelompok di masa lalu yang membangkitkan masa lalu," katanya saat dihubungi merdeka.com, Selasa (14/3).

Gun Gun menjelaskan jika keluarga Soeharto sudah tidak menjadi arus utama dalam perpolitikan di tanah air. Gun Gun mengatakan dengan melihat basis pendukung dari keluarga Soeharto, masyarakat ragu untuk menerima.

"Keluarga Soeharto bukan lagi arus utama di politik. Saya tidak yakin basis yang mendukung dan mengembalikan Orde Baru mendapatkan tempat yang bagus dalam penerimaan masyarakat. Soeharto ya masa lalu," tegasnya.

Gun Gun menganalisis kekuatan dukungan dengan melihat basis massa pendukung. Misalnya saja dukungan Titiek Soeharto kepada Anies-Sandi. Menurutnya dukungan Titiek yang melenceng dari Partai Golkar, bisa saja tidak akan menghasilkan signifikansi dalam jumlah suara.

"Basis massa riilnya siapa? Titiek basis massanya siapa?," tanya Gun Gun.

Posisi Anies-Sandi yang sedang berburu suara, tambah Gun Gun, harus memperhatikan kelompok yang mungkin saja akan merusak citra politiknya.

"Catatan bagi Anies bahwa dia berburu suara harus mengedepankan program, mengolah isu, dan jangan merugikan di masa datang. Memperhatikan kelompok yang kurang lebih tidak akan merusak citra politiknya," tambah Gun Gun.

Menurutnya, berbicara soal keluarga Cendana berarti membuka memori masa lalu. Aktor politik, tambah Gun Gun, akan membaca pertimbangan dari masa lalu.

"Kalau bicara keluarga Cendana akan ada memori romantis masa lalu. Ini tentu dalam politik, aktor membaca pertimbangan itu," pungkasnya.

Baca juga:
Kebangkitan trah Soeharto di jagat politik
Prabowo dan pasangan Anies-Sandi hadiri acara Perindo
Hary Tanoe berharap Anies Sandi bernasib seperti Donald Trump
Ketum PBNU: Allah jangan diajak kampanye
Saat Haji Lulung doakan Djan Faridz disadarkan Tuhan

(mdk/dan)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.