Belum Terjerat Korupsi, Pemimpin Muda Dibutuhkan Aceh Wakili Suara Rakyat
Dengan lahirnya pemimpin muda hari ini agar partisipan politik bisa selektif, korektif dalam melihat calon pemimpin akan datang.
Keterlibatan pemuda sebagai wakil rakyat dewasa ini semakin bertambah. Baik partai lokal maupun nasional diikuti kaum muda guna menjemput aspirasi rakyat di parlemen.
Ketua SIMAK (Spesialisasi Mahasiswa Anti Korupsi) Aceh Syibral Mulasi menilai Aceh memerlukan partisipasi kaum muda untuk membawa pengaruh dalam untuk mewakili suara rakyat.
"Pentingnya kaum muda memimpin yang notabene-nya pemuda belum terjerat kasus korupsi dan untuk memperjuangkan hak-hak masyarakat agar upaya pemberantasan korupsi bisa hilang di negara ini," kata Syibral dalam keterangan, Rabu (6/2).
Dengan lahirnya pemimpin muda hari ini agar partisipan politik bisa selektif, korektif dalam melihat calon pemimpin akan datang.
Saya yakin bahwa pemimpin muda dapat membawa pengaruh ekonomi politik yang pro terhadap rakyat dan terbebas KKN. Syibral berharap para pemimpin muda agar jangan sampai buta terhadap politik supaya kemudian dapat merumuskan kebijakan publik yang berdampak positif terhadap rakyat.
Baca juga:
Yogyakarta Rawan Konflik, Kapolda Optimis Pemilu 2019 Berjalan Lancar
Timses Jokowi Ingatkan ASN Tetap Netral di Pilpres 2019
Pose 2 Jari Saat Foto Bareng Titiek Soeharto, ASN di Malang Diperiksa Bawaslu
Bertemu LDII, Ketum Golkar Bahas Ekspor Impor Sampai Penguatan Parlemen
Ketum Golkar Bertemu KH Abdullah Syam di Markas LDII
Kecemplung Politik Demi Angkat Derajat Petani