LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. POLITIK

Bela kolega, Fahri Hamzah anggap Setya dan Fadli difitnah

Fahri Hamzah sebut, saat kunker ke luar negeri, pejabat biasa bertemu dengan pengusaha besar negara setempat.

2015-09-08 11:08:28
Fahri Hamzah
Advertisement

Kemunculan dua pimpinan DPR, Setya Novanto dan Fadli Zon dalam kampanye bakal capres AS Donald Trump banjir kritik. Pasalnya, kehadiran keduanya dinilai khalayak secara tidak langsung untuk memberikan dukungan terhadap bos dunia perjudian di negara Paman Sam tersebut.

Atas tudingan itu, Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah geram dan menyebut jika kedua bosnya telah difitnah. Dengan emosi, Fahri mengungkapkan jika saat ini Amerika Serikat belum memasuki masa kampanye calon presiden.

"Itu bukan kampanye. Anda harus tahu ini bukan kampanye. Jadi jangan difitnahlah kasihan," ujar Fahri di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (8/9).

Wasekjen PKS ini juga menyebut jika pertemuan antara Setya Novanto dan Fadli Zon dengan Donald Trump merupakan hal yang biasa dilakukan pejabat jika tengah melakukan lawatan ke luar negeri, yakni menemui pengusaha besar setempat.

"Itu biasa kalau ada pejabat yang bertemu dengan pengusaha. Malah munafik itu kalau ada pejabat keluar negeri tapi enggak ketemu pengusaha. Karena kita pengen tahu dunia bisnis di luar. Yang pejabat luar negeri yang ke sini juga gitu. Itu biasa itu," tuturnya geram.

Selain itu, kapasitas Setya Novanto bertemu Donald Trump disebut Fahri hanya sebatas pertemuan antar dua pengusaha.

"Jangan lupa Pak Novanto itu pengusaha juga. Jangan terlalu berlebihan dong," ucapnya.

Malah, Fahri meminta masyarakat agar lebih menyoroti kasus kebakaran hutan yang tengah terjadi di beberapa daerah di dalam negeri. Pasalnya, ia menilai pemerintah belum cukup tanggap untuk mengatasi permasalahan itu.

"Padahal ada kebakaran hutan. Ini berlebihan ke DPR. Uangnya enggak ada disini, ada di eksekutif. DPR enggak bisa padamkan asap. Kok serang DPR. Berlebihan. Agak memuakkan. Cobalah berpikir positif," tandasnya.

Baca juga:
Bertemu Donald Trump, Setya Novanto merasa tak melanggar kode etik
Agung Laksono desak MKD usut tuntas kasus Fadli Cs bertemu Trump
Ada utusan pemerintah di kampanye Donald Trump, ini kata seskab
PKB sebut Novanto-Fadli dimanfaatkan Trump buat gaet suara Muslim AS
Ini tanggapan Seskab soal Setya Novanto Cs hadiri kampanye Trump
Anggota FPDIP minta Setya-Fadli nonaktif, ini kata MKD
MKD tindaklanjuti dugaan pelanggaran etik Fadli Cs bertemu Trump



Advertisement
(mdk/rhm)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.