Bela Ahmad Dhani, Fadli Zon jelaskan sejarah Nazi
"Justru revolusi mental itu akar tradisi dari komunis," ujar Fadli.
Wakil Ketua Umum Gerindra, Fadli Zon mengatakan bahwa Indonesia tidak ada sejarah sama sekali dengan Nazi terkait atribut yang digunakan musisi Ahmad Dhani. Menurutnya Indonesia trauma dengan komunis, bukan dengan Nazi.
"Kalau Prabowo dikaitkan dengan Nazi itu berlebihan, ideologi kita itu trauma dengan komunis dan kita itu kaitannya dengan komunis bukan dengan Nazi, Nazi itu yang takut warga Jerman," ujar Fadli di Bandara Halim Perdanakusuma, Jumat (27/6).
Menurut Fadli, justru konsep yang diusung oleh pasangan lawannya yaitu Jokowi - JK tentang 'Revolusi Mental' harus dipertanyakan, karena itu akar tradisi dari komunis.
"Justru revolusi mental itu akar tradisi dari komunis," ujar Fadli.
Dia juga menjelaskan sejarah tentang revolusi mental yang diusung Jokowi sebagai konsep kampanyenya. Menurutnya 'revolusi mental' pertama kali dikeluarkan oleh DN Aidit.
"Revolusi mental itu seperti apa yang dikatakan oleh Karl Marx lalu dengan Aidit ketika mengganti namanya menjadi Dipa Nusantara. Aidit mengatakan penggantian namanya itu revolusi mental mengenai religiusitas yang menyatakan agama sebagai candu masyarakat," papar Fadli.
Fadli mengatakan bahwa harus ada klarifikasi masalah penggunaan revolusi mental tersebut. Fadli menambahkan klarifikasi tersebut harus dilakukan lantaran ada salah satu pernyataan timses Jokowi yang menyatakan secara tidak langsung akan menghidupkan PKI kembali.
"Saya kira harus ada klarifikasi masalah revolusi mental tersebut, apalagi ada penjelasan dari Musdah yang mau menghidupkan PKI atau mencabut tap MPRS, itu harus di klarifikasi," pungkasnya.
Baca juga:
Ahmad Dhani tantang wartawan Spiegel, 'Sini lo kalo berani!'
Soal baju Nazi & lagu Queen, Fadli Zon puji Ahmad Dhani kreatif
Kontroversi Ahmad Dhani plagiat lagu
Anggun: Sayang di Indonesia kasus kostum Nazi malah dilindungi
Mahfud MD bela Dhani: Kalau pakai jubah itu pendukung Abu Jahal?