LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. POLITIK

BDH-Said berharap kecurangan Pilgub Jatim 2008 tak terulang

Pasangan yang diusung PDIP ini berjanji akan bertarung secara bersih dalam Pilgub 29 Agustus mendatang.

2013-05-18 18:50:38
Pilgub Jatim
Advertisement

Daftar di Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Timur sebagai calon gubernur dan calon wakil gubernur (cagub-Cawagub) yang diusung Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) hari ini (18/5), Bambang Dwi Hartono-Said Abdullah kompak menyindir pelaksanaan Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Timur 2008 silam, yang sarat dengan kecurangan.

Dalam sambutan singkatnya di hadapan Ketua KPU Jawa Timur, Andry Dewanto Ahmad beserta jajaran KPU yang lain, serta para pendukungnya, Bambang DH berharap, pada Pilgub Jawa Timur yang akan digelar pada 29 Agustus mendatang, tidak ada lagi kecurangan seperti Pilgub Jawa Timur tahun 2008 silam.

"Kita punya pengalaman buruk di Pilgub tahun 2008, ada banyak kecurangan di sana. Mudah-mudahan kali ini, di Pilgub Jawa Timur kali ini bersih. Kita (PDIP) tidak pernah dididik untuk melakukan kecurangan, sliding dan atau menjegal pasangan calon lain, hanya untuk kemenangan. Maka saya berjanji akan menjadikan Jawa Timur lebih baik," kata Bambang menyindir kemenangan Soekarwo-Saifullah Yusuf (KarSa) di Pilgub Jawa Timur 2008.

Senada dengan Bambang, Said Abdullah juga mengatakan hal yang sama. Kader PDIP asal Madura ini juga mengatakan, kalau kedatangannya ke KPU Jawa Timur, bukan semata-mata untuk mendaftarkan diri sebagai peserta Pilgub Jawa Timur 2013. Tapi juga untuk menjadikan Jawa Timur sebagai provinsi yang 'bersih.'

"Kedatangan Bambang-Said 'Jempol' akan menjadikan Jawa Timur lebih baik. Tidak ada lagi kecurangan di Pilgub mendatang. Kami datang akan mengawal Pilgub Jawa Timur bersama KPU agar tidak ada lagi kecurangan seperti tahun 2008 lalu," kata Said ikut menyindir.

Dengan sindiran ini, seolah Bambang-Said sepakat kepada Cagub Khofifah Indar Parawansa yang juga menjadi korban kecurangan Pilgub Jawa Timur 2008. Khofifah yang berpasangan dengan Mudjiono saat ini, bertarung di tiga putaran dengan KarSa. Di putaran ketiga yang digelar di tiga daerah Pulau Madura, yaitu Sampang, Bangkalan, dan Pamekasan, perolehan suara Khofifah-Mudjiono berbalik drastis. Mereka kalah dari KarSa karena terindikasi kecurangan suara.

Dan ketika memutuskan kembali maju di Pilgub Jawa Timur 2013, Khofifah yang saat ini menggandeng mantan Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol (Purn) Herman S Sumawiredja, terus-terusan menyindir KarSa dan mengungkapkan kekecewaannya atas kecurangan tahun 2008. Bahkan Khofifah sempat melaunching buku: Melawan Pembajakan Demokrasi yang berisi soal kecurangan Pilgub Jawa Timur 2008.

Sebelum direkomendasi DPP PDIP maju di Pilgub Jawa Timur 2013, Bambang DH sempat mengungkapkan, kalau dia belum waktunya maju sebagai Cagub melawan pasangan incumbent. Untuk bisa mewakili partainya (PDIP), Bambang mengajukan nama Khofifah ke DPP PDIP sebagai Cagub dan dia sebagai Cawagub.

Namun, dengan modal 17 kursi di DPRD Jawa Timur, partai berlambang kepala banteng moncong putih itu menolak, dan merekomendasi Bambang-Said maju mewakili PDIP di Jawa Timur, tanpa harus berkoalisi dengan partai lain. "Sebagai kader, saya harus melaksanakan amanat partai yang dibebankan kepada saya," kata Bambang kala itu.(mdk/bal)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.