LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. POLITIK

Bawaslu selidiki spanduk fatwa fardhu ain pilih Khofifah

Bawaslu selidiki spanduk fatwa fardhu ain pilih Khofifah. Jika ditemukan fakta bahwa spanduk itu memang benar dilakukan salah satu tim atau Paslon, maka pihaknya tak segan membawa kasus penyebaran spanduk provokatif tersebut ke ranah pidana Pemilu.

2018-06-11 21:59:28
Pilgub Jatim
Advertisement

Siapa yang menebar fitnah dan ingin merusak suasana kondusif Pilgub Jawa Timur 2018 harus ditindak tegas. Tak peduli tim, pasangan calon, maupun masyarakat umum.

Sikap tegas ini disampaikan Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jawa Timur, Moh Amin menyikapi hasil investigasi terkait spanduk provokatif di sejumlah daerah. Salah satunya di Sidoarjo.

"Kita akan klarifikasi dulu. Nanti kalau terpaksa atau ada kejelasan siapa yang masang dan semacamnya, tentu akan kita tindak lanjuti," kata Amin saat menggelar silaturahmi bersama tim kedua Paslon Pilgub Jawa Timur di kantornya, Jalan Tanggulangin, Surabaya, Senin (11/6).

Advertisement

Amin menegaskan, jika ditemukan fakta bahwa spanduk itu memang benar dilakukan salah satu tim atau Paslon, maka pihaknya tak segan membawa kasus penyebaran spanduk provokatif tersebut ke ranah pidana Pemilu.

"Sedangkan apabila masyarakat umum (yang melakukan), tentu (sanksinya) juga baik pidana Pemilu maupun pidana umum," tegasnya sembari menambahkan kalau pihaknya akan berkoordinasi dengan Polda Jawa Timur dalam menangani perkara spanduk provokatif ini.

Seperti diketahui, Minggu (10/6) kemarin, ketenangan Pilgub Jawa Timur dirusak dengan kemunculan spanduk dengan tulisan huruf kapital: Fatwa untuk Rakyat Jatim, Tidak Memilih Khofifah-Emil Khianati Allah Swt dan Rasul-Nya. Karena di sisi kanan tulisan itu terdapat gambar Khofifah-Emil dan KH Asep Saifuddin Chalim di sisi kiri, merekapun menjadi korban bully di media sosial. Kiai Asep dan Khofifah dituding sengaja menggunakan simbol agama demi kemenangan Pilgub Jawa Timur.

Advertisement

Namun dari hasil penyelidikan sementara Bawaslu Jawa Timur, itu dilakukan orang di luar 'panggung'. "Karena saya curiga atau menduga, ini atau jangan-jangan ini adalah dipasang oleh orang-orang di luar panggung. Di luar panggung yang ingin mencoba memperkeruh suasana," kata Amin curiga.

Ketua Bawaslu Jawa Timur kelahiran Sumenep ini menjelaskan, indikasi kalau spanduk bernada fitnah itu dipasang oknum tak bertanggung jawab, karena berdasarkan koordinasi dengan semua pihak hingga rekaman CCTV di Sidoarjo, pemasangannya dilakukan dengan sembunyi-sembunyi. "Di pasangan waktu subuh dengan waktu yang singkat dan apa adanya," katanya.

Nah, masih kata pria kelahiran 6 November 1971 ini, kalau misalnya Paslon sendiri yang memasang, "Atau tim Paslon sendiri, ini kan tidak mungkin sembunyi-sembunyi dengan waktu, waktu yang tidak sebenarnya, yang tidak seharusnya," tandasnya.

Baca juga:
Soal Spanduk fatwa fardu ain, Panwaslu Sidoarjo laporkan ke Sentra Gakkumdu
Jelang coblosan, Khofifah-Emil didera fitnah spanduk provokatif
KH Agus Ali Masyhuri ajak masyarakat kedepankan kasih sayang dalam Pilgub Jatim
Blusukan di Desa Hutan Lumajang, Gus Ipul beri semangat Petani
Di Bangkalan, Tim Gus Ipul-Puti sosialisasi Rp 1 triliun untuk Madura
Puti Guntur ucapkan selamat mudik lebaran
Hadir di Lumajang, Gus Ipul siap dukung berdirinya RS NU

(mdk/gil)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.