LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. POLITIK

Barisan pendukung cuitan SBY 'juru fitnah berkuasa'

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon menilai kicauan SBY terkait juru fitnah dan penyebar isu hoax merupakan hal yang wajar. Pemerintah harus mengakui berita dan kabar hoax gencar beredar di media sosial.

2017-01-24 06:30:00
Twitter SBY
Advertisement

Cuitan Presiden keenam Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) soal juru fitnah dan penyebar hoax yang tengah berkuasa mendapat sorotan banyak pihak. Sejumlah kalangan menganggap twitter SBY itu wajar dan bahkan mendukungnya. Namun, ada juga mereka yang menyarankan agar SBY menyampaikan kritik secara langsung kepada pemerintah.

Partai Demokrat, partai yang selama ini dinahkodai SBY pasang badan mendukung cuitan soal juru fitnah tengah berkuasa. Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Agus Hermanto mengatakan SBY menganggap twitter adalah saluran paling tepat untuk menyampaikan keluhan dan kritik. Apalagi Partai Demokrat berada di luar pemerintah.

"Cara yang ditempuh, ditunjuk beliau adalah cara yang paling tepat," kata Agus di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (23/1).

Selain melalui media sosial, kata Agus, saluran lain yang bisa digunakan adalah melalui DPR. Fraksi Partai Demokrat juga akan terus melakukan kontrol dan pengawasan kepada pemerintah melalui DPR.


Agus Hermanto ©dpr.go.id

Advertisement


Dia membantah jika kicauan SBY disebut sebagai bentuk sentimen politik kepada pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla. Pernyataan SBY tersebut justru memberikan sinyal positif ke pemerintah.

"Melalui twitter tersebut tentunya dilihat bahasanya sangat sopan, informatif. Tinggal bagaimana yang mendekatinya, kalau yang menanggapinya positif saya yakini sangat positif," jelas Agus.

"Rasa empati yang tinggi dari negarawan ini tentunya sangat baik untuk didengarkan, ditindaklanjuti. Toh tidak ada rasa sentimen dan sebagainya. Ini adalah sinyal positif untuk pemerintah agar betul-betul menangani ini secara tuntas," tambahnya.

Wakil Ketua Umum Partai Demokrat, Syarief Hasan mengungkapkan alasan SBY memilih menyampaikan kritikan lewat media sosial. Menurutnya, Demokrat tidak memiliki jalur resmi untuk menyampaikan kritik karena Demokrat berada di luar pemerintahan.

Karena berada di luar pemerintah, kata Syarief, Demokrat juga memilih menyampaikan kritikan kepada pemerintah melalui komisi-komisi di DPR. Dia juga membantah tudingan bahwa SBY sering mengeluh dan mengkritik tanpa dasar yang jelas.

Tak hanya kader Demokrat, Wakil Ketua Majelis Syuro PKS, Hidayat Nur Wahid, menilai tidak ada yang salah dengan ucapan SBY. Hidayat mengatakan sebenarnya pernyataan SBY sesuai dengan komitmen Presiden Joko Widodo agar Indonesia terbebas dari penyebaran berita bohong.

"Tidak menjadi masalah apa yang disampaikan Pak SBY, karena sesungguhnya apa yang disampaikan beliau itu juga intinya adalah komitmen dari Pak Jokowi, komitmen dari kita semua untuk membebaskan Indonesia dari hoax," kata Hidayat di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (23/1).


Hidayat Nur Wahid ©2013 Merdeka.com

Advertisement


SBY, kata Hidayat, hanya berupaya menyelamatkan Indonesia dari bahaya kabar bohong. Sekaligus, mengingatkan agar masyarakat tidak menjadi penyebar isu hoax.

Hidayat menduga ucapan itu ada kaitannya dengan hubungan SBY dengan Jokowi. Sikap itu berawal dari agenda silaturahmi Jokowi dengan sejumlah mantan Presiden dan ketua umum partai politik. Namun, masalahnya hingga kini Jokowi belum bertemu dengan SBY.

Sedangkan Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon menilai kicauan SBY terkait juru fitnah dan penyebar isu hoax merupakan hal yang wajar. Pemerintah harus mengakui berita dan kabar hoax gencar beredar di media sosial.

"Ya saya kira memang banyak berita hoax dan fitnah di medsos. Saya kira ini sudah lama. Harusnya pemerintah mampu membuat satu prosedur untuk cegah terjadinya hoax dan berita-berita fitnah," kata Fadli di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (23/1).

Fadli Zon ©dpr.go.id


Menurut Fadli, banyaknya berita hoax tidak diiringi dengan penindakan hukum yang cepat dan tegas dari aparat kepolisian. Fadli mengaku telah membuktikan dugaan tersebut saat dirinya difitnah dua kali.

"Sementara hal-hal kecil kayak orang bawa bendera langsung ditangkap. Saya kira ini ketidakadilan yang semakin mencolok dalam penegakan hukum, tebang pilih kemudian sangat tumpul ke atas dan tajam ke bawah," tegasnya.

Sebelumnya, Presiden keenam Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono mengaku prihatin dengan dengan kondisi sosial dan politik Indonesia saat ini. SBY menyebut juru fitnah dan penyebar hoax sudah berkuasa.

"Ya Allah, Tuhan YME. Negara kok jadi begini. Juru fitnah & penyebar "hoax" berkuasa dan merajalela. Kapan rakyat dan yang lemah menang? *SBY*" kicau SBY dalam akun twitternya, Jumat (20/1).

Tanda *SBY* merupakan pernyataan jika cuitan itu ditulis sendiri oleh SBY.

Baca juga:
Antasari Azhar minta SBY ungkap kasusnya daripada cuit di twitter
Fadli Zon soal twit SBY: Memang banyak hoax dan fitnah di medsos
Soal juru fitnah & hoax berkuasa, PKS minta Jokowi temui SBY
PDIP 'cubit' SBY: Tidak ada gunanya mengeluh tentang hoax!
Demokrat sebut twitter cara paling tepat SBY sampaikan kritik
Demokrat klaim kicauan SBY bukan sentimen politik terhadap Jokowi

(mdk/msh)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.