Bambang Soesatyo ogah jadi ketua DPR tanpa restu Setya Novanto
Bambang Soesatyo ogah jadi ketua DPR tanpa restu Setya Novanto. Ketua Komisi III DPR Bambang Soesatyo akan mempertimbangkan bila ditunjuk sebagai Ketua DPR RI untuk menggantikan Setya Novanto yang saat ini menjadi tersangka kasus mega korupsi proyek e-KTP.
Ketua Komisi III DPR Bambang Soesatyo akan mempertimbangkan bila ditunjuk sebagai Ketua DPR RI untuk menggantikan Setya Novanto yang saat ini menjadi tersangka kasus mega korupsi proyek e-KTP. Namun, dirinya tak mau bila tidak dapat restu dari Ketua Umum Golkar itu.
"Intinya gini, saya tidak mau membahas itu selama Setnov jadi ketua umum dan Ketua DPR, saya tidak mau kalau tidak dapat restu dari Setnov selaku ketum dam ketua DPR," kata Bambang di DPP Partai Golkar, Kemanggisan, Jakarta Barat, Selasa (21/11).
Sementara, sampai saat ini Partai Golkar masih melakukan rapat pleno untuk menentukan posisi pengganti Setya Novanto dari Ketua Umum dan Ketua DPR RI. Rapat berlangsung alot dan sempat diskors dua kali.
"Masih sama perdebatan ada atau tidaknya Plt, atau penyelenggara munaslub, dan ada yang menunggu praperadilan, masing-masing argumentasi yang dimiliki, saya apresiasi kepemimpinan dari Pak Nurdin yang begitu demokratis, sehingga pemikiran-pemikiran itu tidak hanya langsung ditekan namun dikembangkan, jadi kita tunggulah," papar Sekretaris Fraksi Partai Golkar DPR, Agus Gumiwang di lokasi yang sama.
Hingga Pukul 20.30 WIB, rapat pleno masih berjalan. Belum diketahui sampai kapan rapat pleno ini selesai.
Baca juga:
Ridwan Kamil tak takut Golkar cabut dukungan usai Setnov ditahan KPK
Setnov tulis surat dari balik jeruji, ini respons peserta pleno Golkar
Nurdin Halid sebut dinamika rapat pleno Golkar masih sangat tinggi
Pleno Golkar berdebat keras antara yang loyal dan kontra Setya Novanto
Sempat diskors, rapat pleno DPP Golkar bahas Setnov masih alot
Bappilu Golkar Jabar: Keputusan dukung Ridwan Kamil keinginan perorangan
Aziz Syamsuddin sebut kabar dirinya gantikan Setnov jadi Ketua DPR adalah kebohongan