LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. POLITIK

Anton Charliyan sebut Cagub manapun boleh 'catut' nama Jokowi

Cawagub Jabar nomor urut dua, Anton Charliyan menilai, pencatutan nama Joko Widodo dalam debat kandidat Pilgub Jabar di UI, Depok belum lama ini spontanitas. Namun, pasangan TB Hasanuddin dalam Pilgub Jabar ini meyakini hal itu tidak melanggar.

2018-05-21 00:32:00
pilgub jabar
Advertisement

Cawagub Jabar nomor urut dua, Anton Charliyan menilai, pencatutan nama Joko Widodo dalam debat kandidat Pilgub Jabar di UI, Depok belum lama ini spontanitas. Namun, pasangan TB Hasanuddin dalam Pilgub Jabar ini meyakini hal itu tidak melanggar.

Hal itu disampaikan usai memenuhi panggilan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) di Jalan Turangga, Kota Bandung, Minggu (20/5).

Ia mengatakan, selama satu jam ia diberikan sekitar tiga pertanyaan oleh petugas Bawaslu. Semuanya pertanyaan berkaitan dengan aksinya saat segmen menampilkan kesenian. Lalu, di tengah penampilannya, Anton mengatakan 'Hidup Jokowi'.

Advertisement

"(Pertanyaan yang disampaikan Bawaslu) Itu tentang lagu tema lingkungan hidup, (di liriknya) ada Citarum lestari kadeudeuh ti (hadiah dari) kang Jokowi," katanya.

Ia menilai, penyebutan nama Joko Widodo adalah hak semua warga. Pasalnya, seorang presiden adalah milik semua rakyat Indonesia. Ditambah, pemerintah provinsi itu kepanjangan tangan dari pemerintah pusat.

"Ini Citarum lestari harus didukung setelah adanya keppres 15 tahun 2018. Siapaun boleh menyebut pak Jokowi. Ini juga sesuai dengan tema lagu, tema debat dan citarum," terangnya.

Advertisement

Ditanya terkait apakah akan berhati-hati dalam mencatut nama Jokowi, Anton pun menyatakan tidak khawatir.

"Bebas menyebutkannya yang penting bukan kampanye. Paslon manapun boleh," ucapnya.

Terkait kemungkinan pemberian sanksi, Anton menyerahkan semua keputusan kepada penyelenggara Pemilu. "Nanti mereka yang menilai," ucapnya.

Di tempat yang sama, Komisioner Bawaslu, Yusuf Kurnia menyatakan bahwa oemanggilan kepada paslon gubernur nomor urut 2 untuk meminta klarifikasi terkait peristiwa debat kedua di depok.

"Performance paslon nomor dua menampilkan nyanyian menyangkut citarum. Di tengah tengah menyelipkan pernyataan hidup Jokowi. Kami harus klarifikasi apakah itu bentuk kampanye atau bukan, kenapa mengutip Jokowi," terangnya.

Meski begitu, ia belum bisa menyatakan bahwa hal ini masuk oelanggaran atau tidak. Alasannya, semua harus dilihat secara komprehensif, baik dalam aturan debat, maupun apa yang boleh dan dilarang, termasuk isu pilpres yang dibawa dalam debat.

Baca juga:
Catut nama Jokowi, Pasangan Hasanah akan diperiksa Bawaslu Jabar
Selama tiga jam, Sudrajat-Syaikhu dicecar 33 pertanyaan oleh Bawaslu
Ridwan-Uu targetkan raup suara di Bandung Raya 60 persen
Kubu Tb Hasanuddin-Anton minta Asyik tak ikut debat publik ketiga
PKS sebut Asyik 'jual' #2019GantiPresiden karena suara Prabowo capai 60 % di Jabar
Pakai tagar 2019 ganti presiden, elektabilitas Asyik tak akan terpengaruh
PKS: Sudrajat-Syaikhu tidak akan dukung Jokowi di Pilpres 2019

(mdk/rnd)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.