Anis Matta sebut Soekarwo salah satu kandidat cawapres PKS
"Siapa yang tidak mengenal nama Soekarwo. Beberapa DPW sempat mengusulkannya," ujar Anis Matta.
Nama Gubernur Jawa Timur, Soekarwo masuk daftar calon wakil presiden yang akan diusung Partai Keadilan Sejahtera (PKS) pada Pemilu Presiden 2014 nanti. Saat ini, PKS sendiri mengantongi tiga nama calon presidennya, dan salah satunya akan dipasangkan dengan Soekarwo.
Menurut Presiden PKS, Anis Matta, usulan nama Soekarwo masuk dalam bursa Cawapres partainya berasal dari beberapa DPW PKS.
"Nama beliau (Soekarwo) memang menjadi pertimbangan dari PKS. Siapa yang tidak mengenal nama Soekarwo. Beberapa DPW sempat mengusulkannya," ujar Anis Matta saat berbincang dengan wartawan di Taman Bungkul Surabaya, Minggu malam (30/3).
"Dan DPW PKS Sulawesi Selatan, salah satu DPW yang menyebut nama Soekarwo layak mendampingi bakal Capres dari partai kami," sambung dia.
Anis juga mengatakan, kalau saat ini, pihaknya sudah memiliki tiga Capres dan salah satunya nanti yang akan mendampingi Soekarwo, jika skenario yang diusulkan itu sudah mendapat persetujuan.
"Kualitas kepemimpinan Soekarwo sudah terbukti memimpin Jawa Timur. Beliau dikenal sebagai sosok yang bersih. Apalagi, pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2013, Soekarwo kembali menang dan menjadi bukti kalau rakyat masih menginginkannya," ucap mantan Sekjen DPP PKS itu.
Sementara tiga nama Capres PKS yang disebut Anis Matta bakal dipasangkan dengan Soekarwo adalah, dirinya sendiri, kemudian Gubernur Jawa Barat Achmad Heryawan dan mantan Presiden PKS Hidayat Nur Wahid.
"Dari hasil Pileg nanti, kami akan menentukan sikap dan bagaimana langkah partai selanjutnya. Semua tergantung hasil pemungutan suara dan kami yakin hasilnya maksimal," katanya yakin.
Anis juga mengatakan, setelah fokus untuk Pemilu Legislatif, pihaknya akan menemui Soekarwo. "Saat ini kita masih sama-sama fokus memenangkan partai. Soekarwo juga konsentrasi untuk memenangkan partainya, apalagi beliau juga sebagai Ketua DPD Partai Demokrat. Sehingga, kami rasa belum saatnya bertemu dalam waktu dekat ini. Apalagi semua masih bergantung pada hasil Pemilu (legislatif)," tandas Anis.