Anis Matta: Ancaman Demokrasi Tergantung Negara Menjamin Kebebasan Rakyat
Ketua umum Partai Gelora Anis Matta menilai, ancaman demokrasi Indonesia tergantung seberapa besar kapasitas pemerintah menjamin kebebasan masyarakat dalam bernegara. Ancaman dan tantangan menjadi lebih besar saat digitalisasi menjadi bagian dari pada kehidupan.
Ketua umum Partai Gelora Anis Matta menilai, ancaman demokrasi Indonesia tergantung seberapa besar kapasitas pemerintah menjamin kebebasan masyarakat dalam bernegara. Ancaman dan tantangan menjadi lebih besar saat digitalisasi menjadi bagian dari pada kehidupan.
"Perubahan sosial lebih cepat daripada kapasitas negara, ini menyebabkan kita punya tantangan besar antara demokrasi kesejahteraan dan stabilitas," ucap Anis dalam diskusi virtual, Jumat (5/3).
Tantangan lain, menurut mantan Presiden PKS itu, juga datang dari perubahan komposisi demografi Indonesia. Ia menyebutkan, kelompok muda akan mendominasi sistem demokrasi. Kondisi ini menurutnya secara perlahan akan mengubah budaya demokrasi di Indonesia.
Namun apakah perubahan tersebut berjalan baik atau tidak dalam demokrasi Indonesia, menurut Anis, itu bisa ditelaah sedini mungkin oleh seluruh masyarakat.
Yang jelas, ia menekankan, di masa sekarang dan depan, kaum urban diprediksi akan mendominasi persentase demografi Indonesia.
"Kemudian tantangan besar kedua terjadi pembentukan kelas menengah baru yang secara jumlah itu sangat besar. Masyarakat urban yang lebih berdaya," ucapnya.
Baca juga:
Fahri Hamzah: Demokrasi Belum Dijadikan Tradisi Berpikir, Masih Pakai Perasaan
Fahri Hamzah: Parpol Dulu Dibentuk Melawan Penjajah, Sekarang Dianggap Mesin Uang
Fahri Kritik Parpol: Ketum Partai Hitung Duit Pilkada Aja Kerjaannya
Persiapan Hadapi Pemilu 2024, Partai Gelora Fokus Tuntaskan Kepengurusan di Daerah
Gelora Setuju Pilkada Digelar Serentak dengan Pemilu 2024
Gelora Sebut Ambang Batas Parlemen 4 Persen Efektif Seleksi Partai Baru