Anies Tanggapi Akun Twitter Soal Batik: Sampaikan Kebenaran Walau Kurang Lucu
Calon Presiden (Capres) yang diusung Partai NasDem, Anies Baswedan mengunggah rekaman video lengkapnya saat berada di Kampus Universitas Muslim Indonesia (UMI) pada 10 Desember 2022 lalu. Saat itu, Anies membahas soal batik Indonesia.
Calon Presiden (Capres) yang diusung Partai NasDem, Anies Baswedan mengunggah rekaman video lengkapnya saat berada di Kampus Universitas Muslim Indonesia (UMI) pada 10 Desember 2022 lalu. Saat itu, Anies membahas soal batik Indonesia.
Unggahan video lengkapnya itu ditujukan Anies untuk akun @NUgarislucu, yang kedapatan meng-upload potongan video Anies yang seolah menyebut telah terjadi pelanggaran penggunaan batik di Indonesia.
Dalam akun Twitter @NUgarislucu yang di-upload pada Kamis, 15 Desember 2022 itu, Anies menyampaikan bahwa fenomena batik dipakai sebagai baju tidak menjalankan pakem sebelumnya. Namun dari kesalahan itu batik menjadi pakaian identitas bangsa Indonesia.
Anies lantas membalas @NUgarislucu, dengan mengunggah video lengkap dengan durasi lebih panjang 2 menit 13 detik. Unggahannya itu juga disertai cuitan untuk @NUgarislucu. Dia meminta agar @NUgarislucu dapat menyimak kebenaran video secara utuh.
"Cek video lengkapnya dulu yuk, Min @NUgarislucu. Sampaikan kebenaran walaupun itu kurang lucu," tulis Anies melalui akun Twitternya @aniesbaswedan, Jumat (16/12).
Adapun dalam video lengkapnya, nampak Anies mulanya mengingatkan agar masyarakat menjadi pendorong perubahan kebiasaan. Dia mau agar masyarakat tak hanya menjadi pengikut kebiasaan.
Kemudian, Anies mencontohkan perubahan kebiasaan itu dengan pelanggaran 'pakem' penggunaan batik di zaman dahulu dan sekarang. Dia menunjuk beberapa orang yang saat itu memakai batik.
Anies menyampaikan bahwa zaman dahulu baju tradisional laki-laki tak banyak corak maupun motif yang melekat. Dia juga menjelaskan di zaman dahulu batik dipakai sebagai kain bawahan bukan baju.
"Dan yang namanya batik itu dipakainya kain. Batik itu dipakainya untuk sarung. Tidak ada orang pakai batik buat baju. Coba ingat-ingat tidak ada. Batik itu dipakainya untuk kain lalu atasnya kebaya," jelas dia.
Hingga, kata Anies tiba masa di mana terjadi pelanggaran 'pakem'. Ada yang memutuskan keluar dari kebiasaan memakai batik sebagai kain bawahan. Batik dibuat dan dipakai sebagai baju.
"Kemudian terjadilah pelanggaran atas pakem itu. Kain itu yang dipakainya di bawah, dipakai untuk baju. Dan ketika pertama kali digunakan orang menengok, ini enggak sopan, ini pelanggaran, enggak ngerti pakem," kata Anies.
"Diikuti banyak orang, sekarang menjadi baju batik identitas Indonesia. Pelanggaran itu sekarang menjadi kebiasaan baru," sambungnya.
Lewat ilustrasi itu, di akhir videonya Anies meminta tamu yang hadir untuk mulai membuat pelanggaran-pelanggaran dalam konteks positif di bidang pendidikan agar muncul kebaruan yang membawa manfaat.
"Dan universitas swasta punya ruang terobosan lebih banyak daripada yang lain. Ruang itu lebih besar untuk melakukan inovasi-inovasi. Sehingga muncul terobosan-terobosan di dalam interaksi, di dalam proses pembelajaran," pungkas dia.
Reporter: Winda Nelfira
(mdk/cob)