Anies skakmat Sylvi: Jawaban ibu menarik tapi enggak nyambung
Anies skakmat Sylvi: Jawaban ibu menarik tapi enggak nyambung. Hal itu terjadi saat Anies menanyakan mengenai mengoptimalkan tim Pengawasan Orang Asing (Tim PORA) agar warga tak kalah bersaing dengan warga luar Jakarta.
Calon Gubernur DKI Jakarta nomor urut tiga Anies Baswedan menyebut jawaban calon wakil Gubernur DKI Jakarta nomor urut satu Sylviana Murni tak nyambung dengan pertanyaan diajukannya mengenai mengoptimalkan tim Pengawasan Orang Asing (Tim PORA) agar warga tak kalah bersaing dengan warga luar Jakarta. Hal itu terjadi saat debat perdana Pilgub DKI memasuki sesi ke empat.
"Itu sebabnya kenapa kami akan lakukan pemberdayaan kepada masyarakat. Kalau saya pernah ke Muara Kamal terus saya mendapatkan keluhan dari warga di sana yang melihat tumpukan kerang hijau bagaimana dengan pekerjaan kami. Insya allah apabila amanah itu ke kami, kami menyampaikan bantuan bergulir 50 juta per unit usaha dan nol persen bunganya, ini akan bergulir. Siapa yang kontrol? masyarakat itu sendiri termasuk dana Rp 1 miliar umtuk RW," kata Sylvi menjawab pertanyaan Anies dalam debat perdana Pilgub DKI Jakarta di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Jumat (13/1).
Mendengar jawaban itu Anies tertawa. Dia menilai jawaban yang disampaikan Sylviana tak sesuai dengan pertanyaan yang disampaikannya.
"Jawaban ibu Sylvi menarik tapi enggak nyambung. Bagaimana kita mengoptimalkan tim PORA. ibu Sylvi harus mengetahui ini semua ini. Ibu Sylvi pasti paham ini semua," ucap Anies.
Mendengar sindiran itu, Sylviana akhirnya menjelaskan mengenai jawabannya tersebut. Dia beralasan karena mempunyai dua sesi sehingga dalam sesi pertama menjawab demikian.
"Pertama tentu saya kan punya dua segman kerena itulah saya berfikir masyarakat Jakarta butuh pekerjaan. Kedua pengawasan orang asing saya tahu dokumen-dokumen ini paling penting untuk diawasi dan yang paling penting sekali kita sudah punya E-KTP kami juga akan punya banyak yang semua dokumen-dokumen kependudukan. Kita punya kartu satu Jakarta," jawab Sylvi.
Baca juga:
Diserang mobil mewah, Sandi tantang Ahok-Djarot naik kendaraan umum
Anies janjikan transportasi massal terintegrasi, ongkos cuma Rp 5000
Pendukung Ahok-Djarot siapkan 3 tagar agar di medsos trennya positif
Ahok sindir BLT Agus: Rp 400 ribu sebulan itu terlalu kecil bapak
Agus Yudhoyono: Kami akan bangun dan menata Jakarta tanpa menggusur
SBY ajari Agus Yudhoyono debat, ini komentar Ruhut Sitompul
Anies tegaskan tak akan lakukan penggusuran untuk normalisasi sungai