Anies Singgung Jenderal Bunuh Anak Buah hingga Pejabat Pamer Harta: Merepotkan!
Anies menyebut, orang-orang yang masih berpegang teguh pada integritas dan kebenaran juga turut terkena getahnya.
Bakal Calon Presiden (Bacapres) Poros Koalisi Perubahan Anies Baswedan, setuju jika pemimpin yang harus dipilih masyarakat haruslah yang berani. Namun, menurut Anies kriteria berani saja tidak cukup.
"Saya setuju ketika dikatakan bahwa kita harus mencari pemimpin yang berani, setuju. Dan pemimpin berani bukan sekedar berani, tapi berani karena benar, berani karena membawa kebenaran," kata Anies dalam Pidato Kebangsaannya di Tennis Indoor Senayan, Minggu, 21 Mei 2023.
"Karena pasangannya kata berani itu benar, kalau tidak benar dia tak berani. Tapi kalau dia bawa kebenaran, maka siapapun dihadapi dan ridho Allah menjadi pegangannya," sambung Anies.
Hal ini disampaikan Anies, menanggapi banyaknya kasus yang belakangan viral. Dia mencontohkan berbagai kasus, seperti kasus mafia, hingga aksi pamer kekayaan yang dilakukan sejumlah pejabat di pemerintahan.
"Jadi, kita menyaksikan ketika peristiwa mafia-mafia ini terkuak, ada polisi, jenderal bintang dua membunuh anak buahnya, terbuka. Ada yang menyelundupkan narkoba, ada petugas pejabat pajak yang kekayaannya fantastis," ungkap Anies.
Anies berpandangan, kasus-kasus semacam ini telah membawa dampak yang cukup merepotkan bagi berbagai instansi penegak hukum. Anies menyebut, orang-orang yang masih berpegang teguh pada integritas dan kebenaran juga turut terkena getahnya.
"Itu sudah merepotkan, membuat seperti Pak Kapolri harus kerja ekstra untuk mengembalikan kepercayaan publik, harus kerja ekstra merawat polisi-polisi baik yang berintegritas yang ada di dalam tubuh kepolisian," kata dia.
"Seperti itu juga di kementerian keuangan, Ibu Menteri keliling sana sini untuk menjaga barisan orang-orang baiknya," lanjutnya.
Anies menuturkan paham betul bahwa di luar kasus pejabat negara yang merugikan rakyat, masih ada pejabat yang masih memegang teguh amanah. Di hadapan relawan, Anies berpesan orang-orang yang demikianlah yang perlu didorong untuk menjaga Indonesia.
"Saya pernah di pemerintahan, saya menyadari betul ya benar ada orang-orang bermasalah, tapi banyak lagi orang-orang yang bisa menegakkan amanah, orang-orang yang berintegritas. Tinggal mereka itulah yang perlu dibangkitkan untuk bersama-sama menjaga republik ini," ucapnya.
(mdk/ded)