LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. POLITIK

Anies kaget Jokowi tak dapat suara di Sampang dan Bangkalan

"Harus ada perhatian dan penyelidikan lebih jauh," kata Juru Bicara Jokowi-JK, Anies Baswedan.

2014-07-14 15:21:46
Jokowi-JK
Advertisement

Pasangan Joko Widodo ( Jokowi )-Jusuf Kalla ( JK ) tidak mendapat satupun suara di wilayah Sampang dan Bangkalan, Madura. Kejadian ini dinilai tidak wajar dan perlu dilakukan penyelidikan lebih lanjut.

"Jadi kejadian seperti itu sangat mengagetkan. Rasanya agak aneh, ada satu tempat yang nol persen sama sekali. Harus ada perhatian dan penyelidikan lebih jauh," kata Juru Bicara Jokowi - JK , Anies Baswedan di Media Center, Jalan Cemara Nomor 19, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (14/7).

Menurut Anies, dalam setiap pemungutan suara selalu ada tempat-tempat yang perlu mendapat perhatian lebih. Ini tidak terlepas dari seringnya terjadi penggelembungan suara di formulir C-1.

"Yang seperti inilah yang harus kita antisipasi, karena meskipun kita ini ada 549 ribu TPS, tapi kita bisa melihat tempat yang memiliki risiko besar harus dapat perhatian khusus," jelasnya.

Mengenai tudingan kubu Prabowo adanya manipulasi C1 di tiga wilayah, Anies meminta hal itu dibuktikan. Dia juga berjanji akan membantu polisi jika ingin melakukan penyelidikan.

"Saya rasa dibuktikan saja. Saya percaya Polri, TNI netral, tidak terlibat dalam proses ini, mengintervensi. Saya percaya mereka akan menjaga integritas institusi," tandasnya.

Sebelumnya, Tim Jokowi melihat ada kejanggalan, salah satunya dalam Form-C1 di wilayah Sampang dan Bangkalan, Madura, sebab tidak ada satupun suara untuk pasangan Joko Widodo ( Jokowi )-Jusuf Kalla ( JK ).

Anggota tim pemenangan Jokowi - JK , Marwan Jafar mengatakan, terjadi intimidasi pada pihak Badan Pengawas Pemilu ( Bawaslu ), Komisi Pemilihan Umum ( KPU ) dan polisi sehingga pemilu yang dilakukan tidak sesuai dengan seharusnya

Komisioner KPU , Hadar Nafis Gumay mengatakan, pihaknya akan melakukan konfirmasi kepada penyelenggara pemilu setempat terkait beberapa keanehan Form-C1 yang berasal dari beberapa Tempat Pemungutan Suara (TPS).

"Mengenai kasus ditemukan di beberapa TPS ditemukan di Ketapang Barat, Sampang, kami masih mencari informasi tentang itu, mudah-mudahan itu kekeliruan. Tadi malam saya sudah mencoba mengontak tapi belum mendapat kabarnya," jelas Hadar di Kantor KPU , Jakarta, Senin (17/7).(mdk/did)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.