LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. POLITIK

Anggota Komisi III DPR sindir KPK tak sebut 'Anggota Dewan yang terhormat'

Anggota Komisi III DPR sindir KPK tak sebut 'Anggota Dewan yang terhormat'. Dia mencontohkan Jokowi yang menyebut anggota dewan dengan sebutan yang terhormat. Lalu Kapolri yang menyebut dengan sebutan yang mulia.

2017-09-11 22:46:42
KPK
Advertisement

Lima pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjawab cecaran pertanyaan dari komisi III DPR dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang digelar di Gedung DPR, Senin (11/9) malam. Komisi III tidak puas dengan pemaparan dari lima pimpinan KPK.

Ada saja yang dijadikan bahan oleh Komisi III untuk mengkritik pimpinan KPK. Salah satunya saat anggota komisi III DPR dari PDIP Arteria Dahlan berharap pihak KPK memanggil anggota DPR dengan sebutan 'Yang Terhormat'. Arteria tidak pernah mendengar lima pimpinan mengucapkan salam hormat kepada anggota DPR.

"Pak Jokowi ketemu kami dia katakan yang terhormat. Pak Kapolri juga mengatakan yang Mulia. Saya menunggu tadi dari lima komisioner tidak pernah terucap anggota dewan yang terhormat," kata Arteria dengan nada sedikit keras disela-sela RDP bersama komisi III, di Gedung DPR, Jakarta, Senin (11/9) malam.

Advertisement

Dia mengatakan, kalau anggota dewan disebuh dengan perkataan 'anggota dewan yang terhormat' pasti kelakuan pihaknya terhormat. Tidak hanya itu, menurut dia selama ikut RDP dan masih berada di komisi II tidak pernah menemukan suasana rapat yang berbau dialektika kebangsaan.

"Baru kali ini saya tidak pernah mendengar kata ‘Yang Terhormat’ atau ‘Yang Mulia’ untuk Anggota DPR," tambah dia.

Usai menyampaikan hal itu, dia langsung bertanya soal barang sitaan yang dilelang oleh KPK. Menurut dia, barang sitaan yang akan dilelang harus dikomunikasikasikan oleh ketua Rupbasan.

Advertisement

"Jika pihak KPK yang menyidik dan juga memegang barang bukti itu jadi bahaya," ucap dia.

(mdk/noe)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.