LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. POLITIK

Analisis sederhana benarkah Muhammadiyah dan NU netral di Pilpres?

Kedua organisasi ini sepatutnya tak terlibat politik praktis agar tak menimbulkan perpecahan.

2018-08-15 06:33:00
Pilpres 2019
Advertisement

Organisasi islam terbesar NU diharapkan bersikap netral pada Pilpres 2019. Hal ini menyusul ditunjuknya Rais Am NU Ma'ruf Amin sebagai cawapres Jokowi. Sebab antara urusan politik dan agama harus dipisahkan.

Di sisi lain, Muhammadiyah juga diharapkan bersikap sama. Kedua organisasi ini sepatutnya tak terlibat politik praktis agar tak menimbulkan perpecahan. Lalu apakah benar Muhammadiyah dan NU netral di Pilpres?

Advertisement

Muhammadiyah pastikan netral di Pilpres

Muhammadiyah telah mengambil sikap tegas di tengah panasnya peta politik menjelang Pemilihan Presiden. Muhammadiyah tidak memberikan dukungan kepada salah satu calon presiden maupun wakil presiden. Karena dukungan politik merupakan tugas partai politik, bukan organisasi keagamaan.

Muhammadiyah tidak mendorong kadernya bergabung sebagai timses. Baik di kubu Joko Widodo maupun Prabowo Subianto. "Kan kalau dari organisasi mendelegasikan individu jadi timses, jadi politik praktis, itu bukan wilayah Muhammadiyah," kata Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Muti kepada Liputan6.com, Selasa (14/8).

Advertisement

Ada mantan petinggi Muhammadiyah di kubu Prabowo-Sandiaga

Meski Muhammadiyah mengaku netral di Pilpres 2019, namun tak bisa dipungkiri jika mantan Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Amien Rais berada di barisan kubu Prabowo-Sandiaga. Ini bisa saja berpengaruh kepada anggota Muhammadiyah yang akhirnya terlibat politik praktis.

Apalagi Prabowo-Sandiaga sudah mulai mendekati Muhammadiyah untuk meminta dukungan. "Kami berharap bahwa Muhammadiyah bisa membuka pintunya untuk kami, untuk melaksanakan diskusi ilmiah, kajian ilmiah, supaya kita bisa maju ke rakyat berdasar fakta dan bukan selera," kata Prabowo di kantor PP Muhammadiyah, Jakarta Pusat, Senin (13/8).

Cawapres Jokowi berasal dari NU

Ma'ruf Amin dipilih Joko Widodo mendampinginya di Pilpres 2019. Ma'ruf merupakan Rais Aam Pengurus Besar Nadhlatul Ulama (PBNU). Melihat hal ini bukan tak mungkin bila NU akan menjadi yang terdepan mendukung pasangan Jokowi-Ma'ruf.

Meski begitu Ketua Umum PBNU, Said Aqil Siradj mengingatkan PBNU tidak mendukung capres cawapres tertentu karena hal itu urusan partai politik. PBNU hanya mendoakan pasangan capres dan cawapres yang terbaik untuk Indonesia.

"Kalau NU enggak dukung-dukungan. Partai politik yang dukung itu. Kalau NU mendoakan, NU kan bagian itu, istighosah," jelas Said Aqil di Kantor PBNU, Jakarta Pusat, Rabu (8/8) petang.

(mdk/has)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.