Anak Haji Lulung Merasa Terhina Dicopot Tanpa Kabar, Ini Penjelasan Sekjen PPP
Sekretaris Jenderal PPP Arwani Thomafi membantah tidak ada komunikasi dengan putra politikus senior PPP Abraham Lunggana ihwal pencopotan sebagai Ketua DPW PPP DKI Jakarta. Sebelumnya, Tirta mengaku merasa terhina atas pencopotannya. Karena tidak ada komunikasi sama sekali dengan DPP.
Sekretaris Jenderal PPP Arwani Thomafi membantah tidak ada komunikasi dengan putra politikus senior PPP Abraham Lunggana ihwal pencopotan sebagai Ketua DPW PPP DKI Jakarta. Sebelumnya, Tirta mengaku merasa terhina atas pencopotannya. Karena tidak ada komunikasi sama sekali dengan DPP.
Arwani menjabarkan, pencopotan Tirta itu diawali tindak lanjut keputusan Mahkamah Partai yang membatalkan SK Pengurus PPP sebelumnya. Mahkamah Partai meminta pengurus DPW PPP DKI disusun berdasarkan formatur musyawarah wilayah.
Dalam formatur tersebut tidak ada nama Tirta. Akhirnya DPP PPP mengajak berbicara putra Haji Lulung itu.
"Mas Tirta nggak ada di formatur itu, tapi atas kebijaksanaan DPP mas Tirta diajak ngobrol komunikasi," ujar Arwani kepada wartawan, dikutip Senin (30/1).
Dalam pertemuan itu, ada juga Syaiful Rahmat yang didapuk sebagai Ketua DPW PPP DKI. Akhirnya Tirta minta dipindah ke jabatan sekretaris DPW.
"Nggak betul, kalau sama sekali nggak ada komunikasi. Mas Tirta minta ini dipindah ke sini, jangan di sini, itu kita sempat ada perubahan SK," jelas Arwani
Sebelumnya, putra politikus senior PPP Abraham Lunggana alias Lulung, Guruh Tirta Lunggana menyatakan telah memberikan surat pengunduran siri sebagai pengurus.
Tirta sebelumnya digeser sebagai Ketua DPW PPP DKI Jakarta menjadi Sekretaris DPW PPP DKI Jakarta.
"Saya itu sudah mengundurkan diri menjadi pengurus," ujarnya ditemui di kantor DPP NasDem, Jakarta, Minggu (29/1).
Tirta mengungkap, ia dan pengurus DPC PPP Jakarta Pusat, Jakarta Barat, Pulau Seribu, Jakarta Utara dan Jakarta Selatan telah mengirimkan surat pengunduran diri sebagai pengurus kepada DPP PPP pada 23 Januari lalu. Hal itu dilakukan setelah DPP PPP mengeluarkan surat keputusan pergantian pengurus di DKI.
"Jadi, tanggal 23 itu. Catat. Tanggal 23 itu kami mengundurkan diri dari pengurus DKI Jakarta bersama 5 DPC. Jakpus, Jakbar, Pulau Seribu, Jakut, Jaksel. Seperti itu ya. Jadi kalau terkait pergantian, itu DPP lah yang mengganti," katanya.
Tirta mengaku tidak tahu apakah pencopotannya sebagai Ketua DPW PPP DKI Jakarta karena sikap mendukung Anies Baswedan sebagai calon presiden. Ia bilang, itu sepenuhnya keputusan DPP PPP.
"Apa terkait saya dukung Anies atau tidak, itu tergantung DPP sebenarnya. Karena SK kan yang bisa nyorat-nyoret itu DPP, bukan DPW," ucapnya.
Sampai saat ini surat pengunduran diri dari kepengurusan PPP belum ditanggapi oleh DPP.
Tirta mengaku kecewa dengan sikap DPP yang melakukan pergantian pengurus PPP DKI tanpa ada komunikasi dengan pengurus di Jakarta.
"Menurut saya itu sangat menyakitkan bahwa itu ada pergantian dari majelis syariah itu ada ulama, habib itu diganti dan tidak ada komunikasi. Jadi itu menurut saya sebagai hinaan. Sebagai hinaan bahwasanya ulama ini yang akan membantu PPP yang akan memenangkan di DKI," ujarnya.
(mdk/rnd)