Anak anggota DPR jijik lihat kamar mandi di ruang kerja bapaknya
Kepala Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) DPR Anton Sihombing mengatakan pembangunan gedung baru DPR saat ini memang dibutuhkan, hal ini karena gedung yang lama sudah over capacity atau kelebihan kapasitas.
Kepala Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) DPR Anton Sihombing mengatakan pembangunan gedung baru DPR saat ini memang dibutuhkan, hal ini karena gedung yang lama sudah over capacity atau kelebihan kapasitas.
Ia mengatakan awalnya gedung DPR di desain hanya untuk 800 orang namun saat ini terdapat 5.000 orang berlalu lalang setiap harinya, dan juga untuk ukuran ruang kerjanya tidak memadai.
"Jadi kalau anggota dewan itu mendapat tamu, tamunya itu terkadang harus di cek dulu berapa orang. Kalau seandainya 4-5 orang terpaksa staf ahli kita disuruh dulu ke luar atau mereka bertemu di luar," ujarnya usai melakukan tinjauan di gedung MK, Jumat (18/8).
Anton menegaskan permintaan gedung baru ini merupakan kebutuhan realistis yang sangat dibutuhkan untuk anggota dewan. "Karena anggota itu maunya nyaman tinggal di kamarnya, nyaman menerima tamu di kamarnya dan nyaman bekerja di kamarnya," terangnya.
"Walaupun anggota DPR itu adalah lembaga politik, apa yang wajar saya sebagai ketua BURT dan pak Sekjen memikirkan kepentingan anggota semata dan ini menjadi tugas dan tanggung jawab saya," sambungnya.
Dia mencontohkan saat ini satu lantai terdapat 40-50 anggota dewan ditambah dengan stafnya satu lantai bisa mencapai 300 orang ini sangat tidak memadai, bahkan di satu ruangan hanya terdapat satu kamar mandi.
"Kamar mandi saja kita harus ngantre. Bahkan anak-anak saya kalau saya bawa ke kamar kerja saya tidak mau lagi. Karena apa? Dia jijay atau jijik melihat kamar mandi yang dikerubutin sekian orang. Padahal namanya kita lembaga negara yang diatur konstitusi," tegasnya.
Menurut Anton, dengan segala pro kontra yang ada, pembangunan gedung baru saat ini menjadi kebutuhan untuk anggota DPR agar dapat bekerja dengan nyaman.
"Tapi kita lihat sendiri bagaimana kenyamanan. Dan kualitas dan kinerja pasti meningkat itu pasti meningkat karena sudah betah di ruangannya, percayalah. Jadi masyarakat, kami tidak mengada-ada. Tapi itulah kebutuhan, kami nyaman kerja hasilnya bisa banyak belum," pungkasnya.
Baca juga:
Fahri Hamzah serahkan pembangunan gedung baru DPR ke Jokowi
PAN sebut apartemen DPR identik kemewahan dan tak berpihak rakyat
Waketum Demokrat usul DPR maksimalkan gedung yang ada
Sekjen Gerindra minta renovasi gedung DPR dikaji
Fraksi PDIP: Gedung DPR sudah remuk, kacau, lift-nya anjlok
Hidayat pertanyakan ucapan Fahri soal pembangunan apartemen DPR