Ambil nomor urut, Jokowi-Ma'ruf berangkat dari Rumah Aspirasi Proklamasi
Ambil nomor urut, Jokowi-Ma'ruf berangkat dari Rumah Aspirasi Proklamasi. Lodewijk menegaskan KIK tidak akan membawa masa pendukung Jokowi-Ma'ruf terlalu banyak ke KPU. Dia juga memastikan pendukung Jokowi-Ma'ruf tidak akan bertemu dengan pendukung pasangan bakal capres-cawapres Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno.
Komisi Pemilihan Umum (KPU) akan mengadakan pengundian nomor urut bakal calon presiden dan calon wakil presiden (capres-cawapres) Pilpres 2019, Jumat (21/9). Menurut Sekjen Partai Golkar Lodewijk Fredrich Paulus pasangan Joko Widodo (Jokowi) dan KH Ma'ruf Amin bersama Koalisi Indonesia Kerja (KIK) akan berangkat dari Rumah Aspirasi, Jalan Proklamasi Nomor 46, menuju Kantor KPU.
"Ya intinya kan hanya mengambil tetapi untuk Koalisi Indonesia Kerja, kita akan start dari rumah aspirasi Proklamasi 46, kita akan bergerak bersama dan kalau kita membayangkan waktu pendaftaran, ya kira-kira suasananya seperti itu," kata Lodewijk di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (20/9).
Lodewijk menegaskan KIK tidak akan membawa masa pendukung Jokowi-Ma'ruf terlalu banyak ke KPU. Dia juga memastikan pendukung Jokowi-Ma'ruf tidak akan bertemu dengan pendukung pasangan bakal capres-cawapres Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno.
"Kemarin sudah diatur supaya massanya Pak Prabowo-Sandi tidak berbenturan, kami akan bergerak dari Proklamasi 46, kemudian mereka akan bergerak dari Thamrin, jadi tidak bertemu lah ada batas tengahnya," ungkapnya.
Selain itu, Lodewijk juga berharap aparat keamanan di KPU bisa berjaga dengan baik. Sehingga bisa menjaga kondusifitas pengundian nomor urut.
"Mungkin diharapkan aparat keamanan yang berjaga di sana. Sehingga diharapkan suasana damai pengundian nomor urut bisa kita pupuk sampai tanggal 23 nanti yang kita tunjukkan di Monas nanti," ucapnya.
Baca juga:
Timses yakin Jokowi bisa selesaikan kisruh Buwas dan Mendag soal Impor Beras
Buni Yani gabung Prabowo, timses Jokowi tak khawatir kasus Ahok terulang
Sempat bilang Projo sejajar dengan TNI-Polri, Moeldoko sebut wartawan salah kutip
Hashim: Siapa yang usul debat Capres pakai Bahasa Inggris, goblok itu
Nama koalisi Jokowi dan Prabowo harus selaras dengan visi misi
Kubu Jokowi soal AHY jadi Dewan Pembina: Kenapa enggak dijadikan Ketua Timses?