LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. POLITIK

Alissa Wahid prediksi hoaks serang capres cawapres masih ramai di Pilpres 2019

Alissa juga meminta kepada penyelenggara pemilu yaitu KPU dan pengawas pemilu, Bawaslu untuk memperhatikan hoaks yang beredar. Sehingga informasi yang menyesatkan di masyarakat bisa diminimalisir.

2018-08-11 18:33:00
Berita Hoax
Advertisement

Putri sulung Gus Dur, Alissa Wahid mengatakan dalam pertarungan pemilihan presiden (Pilpres) 2019 mendatang kampanye hitam dengan menggunakan hoaks masih akan terjadi. Dirinya pun meminta kepada masyarakat untuk waspada terhadap peredaran hoaks tersebut.

Alissa juga meminta kepada penyelenggara pemilu yaitu KPU dan pengawas pemilu, Bawaslu untuk memperhatikan hoaks yang beredar. Sehingga informasi yang menyesatkan di masyarakat bisa diminimalisir.

"Hoaks pasti akan dipakai. Segala informasi yang sesat dan menyesatkan di antara kedua kelompok itu pasti akan dipakai. Karena itu imbauan saya kepada KPU dan Banwaslu untuk lebih ketat memperhatikan hoaks," ujar Alissa di acara Gusdurian di Sleman, Sabtu (11/8).

Advertisement

Alissa menerangkan masyarakat seharusnya bisa belajar dari pemilu di Amerika Serikat. Pilpres di Amerika Serikat, kata Alissa menggunakan hoaks dalam pertempuran kontestasinya.

Alissa menerangkan jika hoaks terus diproduksi dan digunakan untuk kampanye bukan tidak mungkin Pilkada DKI bisa terulang lagi. Padahal, sambung Alissa masyarakat tak menginginkan situasi perpecahan di Pilkada DKI terulang kembali.

"Kita tidak ingin itu terjadi. Kita juga tidak ingin Pilkada Jakarta kemudian terulang lagi situasinya. Para politisi itu harus berhenti menyebarkan hoaks," pinta Alissa.

Advertisement

"Sudah seharusnya KPU dan Bawaslu mempertimbangkan hoaks sebagai fake news, ujaran kebencian, hasutan untuk melakukan kekerasan sebagai parameter utama untuk menegur kelompok-kelompok pendukung capres cawapres," tutup Alissa.

Baca juga:
Usai mundur dari Gerindra, Sandiaga diharapkan gabung PAN
Andi Arief dipanggil ke rumah SBY, diduga terkait mahar Sandi Rp 500 miliar
Pilih KH Ma'ruf Amin, Jokowi dinilai telah ikuti Ijtima ulama
Elite Demokrat kumpul di rumah SBY bahas tim pemenangan Prabowo-Sandiaga
Menko Luhut ke Prabowo: Jangan lagi pakai agama untuk kampanye
Partai Demokrat pastikan AHY siap jadi ketua tim pemenangan Prabowo-Sandiaga

(mdk/ded)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.