Akui bertemu pengurus DPD di hotel, Akom ngaku cuma silaturahmi
"Tidak ada pertemuan khusus. Saya datang hanya memenuhi undangan saja," kata Akom.
Komite Etik Munaslub Golkar tengah menyelidiki dugaan pelanggaran kode etik yang dilakukan oleh Ade Komarudin (Akom) caketum nomor urut 1. Akom dituduh melakukan pertemuan tertutup dengan pengurus DPD I di Hotel Grand Meilia, Kuningan, Jakarta.
Menanggapi hal itu, Akom membantah telah melakukan pertemuan tertutup dengan pengurus DPD I di sebuah hotel seperti yang dituduhkan. Menurut dia, pertemuan itu hanya untuk menjalin silaturahmi saja, tidak ada transaksi apa-apa.
"Tidak ada pertemuan khusus. Saya datang hanya memenuhi undangan saja. Nah, kebetulan saja saat itu ada Tommy (Tommy Soeharto) dan beberapa teman lainnya dari DPD. Jadi tidak ada yang namanya pertemuan tertutup apapun mengenai pembasan pencalonan saya," kata Akom di Surabaya, Rabu (11/5).
Pertemuan itu diungkap oleh komite etik munaslub Golkar. Bahkan komite etik mengaku memiliki bukti foto tentang pertemuan tersebut.
Sementara timses Akom kemarin membantah tegas ada pertemuan antara Akom dan pengurus DPD di sebuah hotel. Bambang Soesatyo bahkan mengancam akan mempolisikan pihak-pihak yang menebar fitnah tentang pertemuan itu.
Komite etik pun tengah mengumpulkan bukti-bukti pertemuan tersebut. Akom terancam didiskualifikasi jika terbukti melanggar akibat pertemuan tersebut.
Baca juga:
Setnov & Akom diduga langgar etik Munaslub, terancam diskualifikasi
Tiru Jokowi, Setya Novanto kampanye salam 2 jari di Munaslub Golkar
Jika jadi ketum, Akom janjikan kewenangan lebih DPD di Pilkada
Akom tak mau citra Golkar rusak gara-gara salah pilih ketua umum
Caketum kepergok bertemu DPD I di hotel, Tim Ade Komarudin meradang
Isu dukungan Jokowi ke Setnov hanya untuk tarik dukungan
Besok, Komite Etik Munaslub sidang Akom yang bertemu ketua DPD I