LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. POLITIK

Akrobat politik Jumhur Hidayat

Sebagaimana akrobat, si pemain akan dipuji karena ketangkasannya jika berhasil, namun akan ditertawakan jika gagal.

2014-03-18 10:18:44
PDIP
Advertisement

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ( SBY ) akhirnya memecat Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) Moh Jumhur Hidayat jabatannya, menyusul keputusan pria 46 tahun itu bergabung ke Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).

Sekretaris Kabinet (Seskab) Dipo Alam boleh beralasan salah satu pertimbangan presiden memberhentikan Jumhur adalah untuk penyegaran organisasi, namun aroma politis pemecatan Jumhur tetap tak terelakkan. Seolah sudah mengerti konsekuensi langkah politiknya, Jumhur pun legowo dan justru berterima kasih kepada SBY .

"Secara khusus saya berterimakasih kepada Presiden RI yang telah memercayakan saya untuk menjadi Kepala BNP2TKI selama ini," kata Jumhur belum lama ini.

Jika melihat ke belakang, langkah politik Jumhur kali ini bukanlah hal yang mengejutkan. Bahkan, aktivis mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB) yang pernah dipenjara pada rezim Soeharto pada 1989 ini terbilang lihai dalam membaca situasi politik negeri ini.

Pada 1999, Jumhur memang pernah gagal bersama Partai Daulat Rakyat, yang dia bentuk bersama mantan Menkop Adi Sasono. Menjabat sebagai sekjen, Jumhur gagal membawa partai tersebut menjadi kekuatan besar. Di Pemilu 1999, partai berbasis massa buruh, petani dan nelayan itu hanya berhasil mendudukkan satu wakilnya di Senayan.

Gagal di Pemilu 1999, Jumhur merapat ke Susilo Bambang Yudhoyono ( SBY ) pada Pemilu 2004. Dia pun menjadi tim sukses SBY - JK pada Pilpres pertama di republik ini. Setelah SBY - JK menang, Jumhur pun mendapat hadiah dari pengorganisasian massa buruh yang dilakukannya. Pada 2007, dia diberi jabatan Kepala BNP2TKI oleh Presiden SBY .

Kepala BNP2TKI terbilang bukan jabatan remeh. Bahkan, sejumlah kalangan menyebut BNP2TKI adalah lahan basah, karena urusan asuransi TKI dan sebagainya ditangani badan independen itu, tidak lagi oleh Kemenakertrans. Terlebih Jumhur adalah orang pertama yang menduduki kursi nomor satu badan nasional yang dibentuk berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 81 Tahun 2006 itu.

Jumhur bahkan menjabat Kepala BNP2TKI lebih dari 5 tahun, di luar kebiasaan masa jabatan pejabat tinggi setingkat eselon 1. Namun, pada 11 Maret lalu Jumhur resmi digusur dari kursi empuknya yang dia nikmati 7 tahun lebih atau sejak 11 Januari 2007.

Kini dia bergabung dengan PDIP, partai yang sedang naik pamor menjelang Pemilu 2014. Banyak kalangan menduga Jumhur mengincar posisi menteri tenaga kerja, jabatan yang gagal diraihnya saat SBY menjabat. Namun, terlepas dari apapun target Jumhur, langkah politik suami Alia Febyani Prabandari, runner-up Puteri Indonesia 2001, terlihat bak akrobat.

Sebagaimana akrobat, si pemain akan dipuji karena ketangkasannya jika berhasil, namun akan ditertawakan jika gagal.

Baca juga:
Setelah Bantul, hari ini SBY kampanye di Tulungagung
5 Pembelaan PDIP soal pengkhianatan perjanjian Batu Tulis
Anak-anak ikut kampanye PDIP sambil nonton goyang biduan seksi
Kampanye SBY di Bantul disambut histeris warga
Nyapres, Jokowi kaji mundur dari Gubernur DKI

(mdk/ren)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.