Airlangga Tepis Kabar Keterlibatan Istana Jelang Munas Golkar
Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto membantah ada intervensi dari pihak Istana dalam persaingan caketum Golkar. Menurutnya, tudingan tersebut tendensius.
Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto membantah ada intervensi dari pihak Istana dalam persaingan caketum Golkar. Menurutnya, tudingan tersebut tendensius.
"Ini pertanyaan tendensius," kata Airlangga di DPP Golkar, Slipi, Jakarta Barat, Senin (2/11).
Dia menepis kabar tiga menteri campur tangan supaya Airlangga menang di Munas Golkar. Airlangga menyebut, kemenangan di Munas ditentukan oleh pemilik suara yaitu DPD I dan DPD II.
"Ini lagi tidak kurang paham, apa makna musyawarah nasional, kurang paham AD/ART. Pemegang suara adalah DPD I ada DPD II," ucap Airlangga.
Dirinya mengingatkan supaya kubu lawan tidak membuat narasi macam-macam. Terlebih soal syarat dukungan minimal 30 persen suara untuk caketum Golkar.
"Jadi, kita biasa biasa saja, konsentrasi kepada munas, jangan mengembangkan narasi-narasi lain, karena pengembangan narasi lain, ya ketua umum Golkar ini paham, arahnya ke mana. Jadi, kita kembali kepada mekanisme demokrasi, dan jangan keluar dari mekanisme demokrasi," tegasnya.
Rangkul Lawan Malah Digebuk
Airlangga juga menyindir kubu lawan dalam persaingan jelang Munas Golkar. Menurutnya, saat ini dia merangkul kubu lawan tersebut tapi tidak dibalas dengan baik.
Respon Airlangga tersebut saat ditanya apakah merangkul kubu lawan jika menang jadi Ketum Golkar. "Sekarang aja dirangkul (malah) digebukin, gimana," ujarnya.
Dia menegaskan, dalam Munas sekarang tidak ada lawan. Airlangga menilai semua kandidat yang maju adalah kader terbaik. "Dalam musyawarah tidak ada lawan, semua adalah kader kader terbaik Partai Golkar," kata dia.
Lebih lanjut, Airlangga menepis anggapan adanya negosiasi supaya dengan kandidat lain agar dirinya menang jadi ketum beringin. Dia ingin semua proses di Munas di hargai.
"Jadi, proses negosiasi ada dalam perjanjian perdagangan. Kalau di dalam golkar judulnya baca musyawarah nasional. Jadi, prosesnya musyawarah nasional," tandasnya.
Amandemen UUD Tidak Diperlukan dalam Waktu Dekat
Soal amandemen UUD 1945, Airlangga menyebut tidak diperlukan dalam waktu dekat. Hal tersebut baiknya kembali dikaji secara mendalam.
"Amandemen dalam waktu dekat tidak perlu. Kita akan mengkaji secara mendalam," kata Airlangga.
Airlangga menyebut, bahwa Golkar saat ini lebih fokus mengurusi soal perekonomian sekarang. Dia berbicara tentang instabilitas ekonomi dunia di ASEAN.
"Golkar konkret dalam perekonomian sekarang, instabilitas ekonomi dunia, satu-satunya yang dunia bisa napas ekonominya adalah di ASEAN, artinya stabilitas politik ada di ASEAN, dan stabilitas politik terbesar itu 50 persennya adalah di Indonesia," kata Airlangga.
Menurut Menko Perekonomian itu, Indonesia adalah udara bagi dunia. Sehingga, stabilitas politik di Indonesia penting.
"Jadi Indonesia adalah udara untuk dunia, maka stabilitas politik penting," pungkasnya.