Airlangga masih di kabinet, PAN sindir Jokowi langgar komitmen dan janjinya sendiri
Ketua DPP Partai Amanat Nasional (PAN) Yandri Susanto menilai, Presiden Joko Widodo atau akrab disapa Jokowi sudah melanggar komitmennya sendiri. Alasannya, Presiden Jokowi telah membiarkan pengurus partai menduduki posisi menteri.
Ketua DPP Partai Amanat Nasional (PAN) Yandri Susanto menilai, Presiden Joko Widodo atau akrab disapa Jokowi sudah melanggar komitmennya sendiri. Alasannya, Presiden Jokowi telah membiarkan pengurus partai menduduki posisi menteri.
"Menurut kami, Pak Jokowi sudah melanggar komitmen dia sendiri. Artinya janji tinggal janji, komitmen tinggal komitmen. Pak Jokowi sendiri yang melanggar," kata Yandri di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (22/1).
Dia masih ingat betul saat Jokowi menegaskan komitmennya agar orang-orang di kabinetnya tidak rangkap jabatan. Keputusan Jokowi itu membuat Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Puan Maharani, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, hingga Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto mundur dari struktur kepengurusan partai.
Yandri justru heran kini justru Jokowi melanggar komitmennya. Jokowi membiarkan Airlangga Hartarto tetap menjabat Menteri Perindustrian padahal dia sebagai Ketua Umum Partai Golkar.
"Kalau dari sisi Pemerintah Jokowi, kita ingat betul Pak Jokowi waktu kampanye dan di awal pemerintahannya ketika memilih para menteri salah satu yang pak Jokowi hindari adalah rangkap jabatan," ungkapnya.
"Tapi itu langsung keluar pernyataan pak Jokowi. Pertanyaannya apakah Jokowi berkomitmen? Enggak. Dia melanggar sendiri komitmen itu," tegasnya.
Baca juga:
Edhy Prabowo tak masalah menteri rangkap jabatan asalkan tak ganggu kinerja
Wasekjen PKS nilai rangkap jabatan Airlangga mengkhianati amanah
Khofifah serahkan jabatan Mensos ke Idrus Marham
Ini tanggapan Moeldoko dianggap jadi bagian strategi Jokowi hadapi 2019
Khofifah: Kemensos dulu ada ibu enggak ada bapaknya, sekarang lengkap