LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. POLITIK

Airlangga Hartarto: Partai Golkar dingin-dingin saja

Airlangga Hartarto: Partai Golkar dingin-dingin saja. Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto memastikan tidak ada kegaduhan di internal Partai Golkar setelah ketua umumnya Setya Novanto dicekal keluar negeri. Setya Novanto dicekal karena terseret kasus dugaan korupsi proyek KTP elektronik (e-KTP).

2017-04-26 16:36:00
Partai Golkar
Advertisement

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto memastikan tidak ada kegaduhan di internal Partai Golkar setelah ketua umumnya Setya Novanto dicekal keluar negeri. Setya Novanto dicekal karena terseret kasus dugaan korupsi proyek KTP elektronik (e-KTP).

"Partai Golkar dingin-dingin saja. Biasa saja, tidak ada hal apa-apa," kata Airlangga di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (26/4).

Mengenai terbelitnya Setya Novanto, Partai Golkar menyerahkan sepenuhnya kepada penegak hukum. Airlangga juga memastikan, kasus yang menimpa ketua umum partai berlambang pohon beringin tersebut tidak mengganggu kegiatan para kader.

"Jadi tentu tidak ada masalah kita. Tetap berjalan sesuai kegiatan yang ada," ujar Airlangga yang pernah bersaing dengan Novanto memperebutkan kursi ketua umum Golkar.

Sebelumnya, Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan, Partai Golkar dalam kondisi tidak baik karena Setya Novanto terbelit kasus hukum.

"Golkar memang berada dalam kondisi yang tidak menyenangkan karena ketumnya sudah dicekal," kata Wapres JK saat memberikan pernyataan pers di Kantor Wakil Presiden, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta, Selasa (25/4).

Sementara itu, Ketua Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Partai Golkar Yorrys Raweyai menyebut Setya Novanto bakal dijadikan tersangka dalam kasus korupsi pengadaan e-KTP. Jika hal itu terjadi, Wapres JK meyakini Partai Golkar akan memilih pemimpin baru.

"Apabila ada kemungkinan lain lagi (jadi tersangka), tentu satu partai harus mempunyai pemimpin yang baik lah. Karena itu memang Golkar sendiri punya prosedur. Yaitu kalau ada apa-apa, plt (pelaksana tugas) dulu, baru Munas atau Munaslub," ujar Wapres JK.

Baca juga:
Nasib Setya Novanto mirip Akbar Tandjung saat pimpin Golkar
Sebut Setnov hampir pasti tersangka, Yorrys ditelepon Idrus Marham
Golkar soal reshuffle kabinet: Tidak ada tawar menawar & permintaan
Golkar ibaratkan Setnov mirip Akbar Tandjung, terdakwa tetap dibela
Wapres JK yakin Golkar tak nyaman ketua umumnya dicekal
Novanto dicekal, Golkar tegaskan tak ada pikiran gelar Munaslub

(mdk/rnd)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.