AHY Singgung Utang Indonesia Terus Membengkak Lebih Dari Rp 6.500 Triliun
AHY melihat, ekonomi Indonesia memang tumbuh 7,07 persen di kuartal dua tahun 2021. Namun, pertumbuhan tersebut belum dirasakan langsung oleh rakyat.
Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyebut, utang negara terus membengkak hingga lebih dari 6.500 triliun rupiah. Angka tersebut sudah melampaui 40 persen utang pemerintah terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).
"Selain ancaman terhadap kesehatan publik, ekonomi rakyat juga sangat tertekan, kontraksi terjadi selama empat kuartal berturut-turut, dari kuartal dua tahun 2020 sampai kuartal pertama tahun ini, di sisi lain utang negara juga terus membengkak hingga lebih dari 6.500 triliun rupiah, angka tersebut sudah melampaui 40 persen utang pemerintah terhadap PDB," katanya dalam diskusi DCSC perspectives bertema Visi Indonesia 2045, Selasa (31/8).
AHY melihat, ekonomi Indonesia memang tumbuh 7,07 persen di kuartal dua tahun 2021. Namun, pertumbuhan tersebut belum dirasakan langsung oleh rakyat.
"Daya beli rakyat dan konsumsi rumah tangga juga masih lesu, angka pengangguran, kemiskinan, dan ketimpangan yang tinggi juga masih menjadi tantangan terbesar kita saat ini," ujar AHY.
Selain itu, lanjut dia, setoran UMKM yang merupakan rumah bagi 90 persen tenaga kerja dan selama ini menjadi katup ekonomi nasional juga masih sangat terpukul di sisi penjualannya.
"Negara harus hadir untuk bisa menolong dan menyediakan jaringan pengaman sosial bagi masyarakat miskin dan kurang mampu, mereka yang sangat terdampak akibat kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar dan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Darurat," pungkasnya.
Baca juga:
Per Hari Ini, Hasil Lelang SUN Pemerintah Rp 161,1 Triliun
Sri Mulyani Sebut Covid-19 Bikin Utang Naik Sangat Besar
Ditagih Utang Rachel Vennya di Instagram, Begini Klarifikasi Medina Zein
Akhir Juli 2021, Utang Pemerintah Tembus Rp6.570 Triliun
Sri Mulyani: Pemerintah Tanggung Beban Utang BLBI Selama 22 Tahun