AHY sebut terlalu dini bagi Demokrat bahas koalisi Pilpres 2019
AHY sebut terlalu dini bagi Demokrat bahas koalisi Pilpres 2019. AHY menyebutkan Demokrat masih membangun komunikasi politik dengan partai lain. Dengan ambang batas pencalonan presiden 20 persen, Demokrat sadar tak akan bisa mengusung calon sendiri. Pihaknya masih terbuka untuk melakukan koalisi dengan siapapun.
Komandan Komando Satuan Tugas Bersama (Kogasma) Pilkada dan Pemilu Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengatakan masih terlalu dini untuk membicarakan ke poros mana Demokrat akan berlabuh. Partai Demokrat, menurut AHY, masih perlu waktu untuk memberikan keputusan.
Saat ini, telah terlihat poros-poros koalisi Pilpres 2019. Poros yang sudah pasti adalah pendukung Joko Widodo dengan lima partai pengusung. Sementara, Gerindra memastikan akan mengusung Prabowo Subianto. Terakhir muncul wacana poros partai Islam yang diwacanakan oleh PKB.
"Koalisi itu membentuk atau membangun koalisi adalah sebuah keniscayaan, perlu kita tunggu yang akan terus bergulir adalah dengan siapa koalisi itu, kapan momentum untuk dideklarasikan," ujar AHY di Kemenkopolhukam, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Rabu (7/3).
AHY menyebutkan Demokrat masih membangun komunikasi politik dengan partai lain. Dengan ambang batas pencalonan presiden 20 persen, Demokrat sadar tak akan bisa mengusung calon sendiri. Pihaknya masih terbuka untuk melakukan koalisi dengan siapapun.
"Hari ini terlalu dini karena masih akan terjadi banyak momentum dan juga komunikasi di antara elite dan kader-kader partai yang ada atau peserta pemilu mendatang, tetapi semua masih mungkin dan bagi saya adalah kami Demokrat akan terus mempersiapkan diri dengan berbagai skenario," kata dia.
Putra sulung SBY ini tak membantah pertemuan dengan Presiden Joko Widodo sebelumnya diartikan sebagai pertemuan membahas koalisi. Namun dia tegaskan komunikasi tersebut dia intensifkan agar silahturahmi tak terputus.
"Saya pikir sah-sah saja jika ada yang berpikir seperti itu tetapi yang jelas sekali lagi semangat yang kami bangun adalah untuk menjembatani komunikasi sehingga tidak terjadi kebuntuan informasi dan komunikasi," ucapnya.
Baca juga:
HIPMI ajak pengusaha muda pilih Jokowi di Pilpres 2019, ini alasannya
Ketum Golkar soal wacana poros partai Islam: Itu kan masih skenario, any poros boleh
Akhir Maret, Gerindra deklarasi calon presiden
Surya Paloh ajak kader NasDem menangkan Jokowi di Pilpres 2019
Yusril: Jika Pilpres 2019 calon tunggal, PBB dukung kotak kosong