AHY sebut arah koalisi Demokrat di Pilpres masih terhalang kabut tebal
AHY sebut arah koalisi Demokrat di Pilpres masih terhalang kabut tebal. Dia menjelaskan saat ini partai politik punya calonnya masing-masing. Setiap partai bakal menghitung untung rugi dalam mencalonkan. Karena itu, untuk terjadinya koalisi ketiga pesimis terjadi.
Komandan Komando Satuan Tugas Bersama (Kogasma) Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menduga peta koalisi baru benar terlihat di detik akhir. Sebab, menurutnya sampai mendekati waktu pendaftaran calon presiden Agustus mendatang, arah koalisi masih belum kelihatan, termasuk Partai Demokrat.
"Saya menduga ini akan menjadi last minutes semuanya. Saya mengatakan, kabutnya tebal," kata AHY di Wisma Proklamasi, Jakarta Pusat, Selasa (26/6).
AHY menuturkan awalnya dia mengira arah koalisi Demokrat bakal kelihatan mendekati bulan Agustus. "Kita hari ini berharap semakin dekat Agustus semakin terang, ternyata tidak," imbuhnya.
Dia menjelaskan saat ini partai politik punya calonnya masing-masing. Setiap partai bakal menghitung untung rugi dalam mencalonkan. Karena itu, untuk terjadinya koalisi ketiga pesimis terjadi.
Sementara untuk menghasilkan calon alternatif dinilai sulit karena ambang batas 20 persen. Demokrat sendiri bersikap berusaha realistis dengan kondisi ini, meski sekarang ambang batas tengah digugat.
"Karena sekali lagi kompleks, setiap parpol punya jagoannya. Kalau berkoalisi antara tiga parpol misalnya, kalau cuma 2 parpol mungkin lebih mudah, 1 dan 2 begitu. Kalau tiga terus yang ketiga dapat apa? Dan lain sebagainya. Itulah dalam konteks politik praktis," kata dia.
Kendati demikian, Demokrat masih mengusahakan membentuk koalisi alternatif. AHY menyebutkan terus mengintensifkan komunikasi dengan elite partai lain demi terjalin kesamaan visi dan misi.
"Saya memiliki optimisme dan semangat untuk terus membangun koalisi yang berdasarkan atas kesamaan visi, misi, dan program-program prorakyat. Dan kami tentunya terus membangun chemistry dengan para tokoh, dengan parpol-parpol lain," tandasnya.
Baca juga:
Rasional, Ketum PAN tak tawarkan kader jadi Cawapres Prabowo
Balasan tajam Ngabalin saat pemerintah dikritik bertubi-tubi Prabowo
Usai bertemu SBY, Wapres JK tak bisa pastikan koalisi Golkar-Demokrat
Fahri Hamzah nilai kemenangan Pilkada tak pengaruhi Pilpres
Bamsoet: Kami harap SBY mendukung Jokowi dalam koalisi yang sama
Ketum PAN sebut hasil Pilkada bisa tentukan arah koalisi di Pemilu 2019