Ahok soal partai membelot: Masa partai menodai, kalau nekat silakan
Ahok mengklaim, partai yang meninggalkannya di Pilgub DKI akan berdampak pada Pilpres 2019.
Calon petahana Pilgub DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama, mulai pasrah jika benar tiga partai pengusungnya membelot di tengah jalan. Andai itu terjadi, Ahok, sapaan Basuki, mengaku hanya jadi korban penipuan partai.
"Kalau mereka (tiga partai) mengingkari kepercayaan yang kami berikan ya sudah berarti kita sial aja ditipu partai-kan. Tapi kalau politik kan jangka panjang kaya marathon dan marathon lagi," katanya di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (10/8).
Namun, kata dia, sikap partai saat ini tengah menjadi perhatian seluruh masyarakat di Indonesia. Sehingga, bila benar ada partai yang membelot, dia menyebut akan berimplikasi hingga Pilpres 2019. Mengingat, sebelumnya dirinya telah mendapatkan dukungan dari warga DKI melalui Teman Ahok.
"Andalan saya kan Teman Ahok saya bilang partisipasi masyarakat, lalu partai mendukung ya kita respect dong. Kamu mendukung ya kita respect sama-sama kasih Anda kehormatan, sama-sama kita menghargai tapi kalau dia batalin (dukungan) ya saya kira partai masa mau menodai, kalau sampai mau nekat juga ya silakan aja," tutup Ahok.
Sebelumnya, Ketua tim pemenangan Basuki Tjahaja Purnama untuk Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta 2017, Nusron Wahid, mengakui bahwa Partai Golkar tidak bulat mendukung Ahok, sapaan Basuki.
Dia mengatakan, ada sebagian kader yang keberatan partai berlambang beringin itu mendukung Ahok pada Pilkada 2017.
Baca juga:
Djarot sebut Megawati tunjuk Risma jadi jurkamnas Pilkada 2017
Ahok pasrah tak ikut Pilgub DKI jika Golkar tarik dukungan
Menunggu Megawati di Pilkada DKI Jakarta
Sindiran Ahok & pendukung saat koalisi kekeluargaan pamer kekuatan
Tanpa Risma, Koalisi Kekeluargaan bisa bubar di tengah jalan
PKS yakin satu dari tiga partai pendukung Ahok bisa tarik dukungan
Hanura akan sambangi Gerindra, mau rayu buat dukung Ahok?