LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. POLITIK

Ahok nilai debat perdana cenderung bangun opini yang keliru

Basuki atau akrab disapa Ahok ini mengatakan, seharusnya debat terbuka perdana ini mampu memberikan masukan tentang program Pemprov DKI. Tapi ternyata, dia menilai, debat kali ini lebih cenderung menciptakan opini yang keliru.

2017-01-14 00:25:05
Pilgub DKI
Advertisement

Calon Gubernur DKI Jakarta nomor urut dua Basuki Tjahaja Purnama mengaku senang dengan diselenggarakan debat terbuka Pilgub DKI 2017 di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan. Sebab dengan adanya momen seperti ini petahana mendapatkan koreksi dari pasangan calon lainnya.

Basuki atau akrab disapa Ahok ini mengatakan, seharusnya debat terbuka perdana ini mampu memberikan masukan tentang program Pemprov DKI. Tapi ternyata, dia menilai, debat kali ini lebih cenderung menciptakan opini yang keliru.

"Kami pikirkan kalau ada orang ingin jadi gubernur tentu dia akan koreksi kelemahan kami, lalu dia akan mengajukan program yang lebih baik daripada kami. Tapi dalam debat tadi kami melihat ini bukan koreksi, ini membangun opini yang salah," katanya di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Jumat (13/1).

Dia mencontohkan masalah transportasi umum yang saat ini tengah mengalami pembenahan mulai dari fasilitas dan pelayanannya. Namun, salah satu pasangan calon menilai, bus Transjakarta tidak ada yang naik sehingga tidak tepat sasaran. Padahal kenyataannya terjadi peningkatan penumpang sebesar 32 persen, dari delapan juta menjadi 11,58 juta penumpang dari 2015 ke 2016.

"Terus seolah-olah kita tak suka orang miskin, hanya pro orang kaya sehingga perbedaan gini rasio tinggi. Itukan opini yang salah," tegasnya.

Selain itu, mantan Bupati Belitung Timur ini mengaku heran dengan program yang diusung pasangan calon lainnya. Sebab program bantuan langsung untuk rakyat miskin akan langsung diberikan secara tunai, padahal saat ini Pemprov DKI Jakarta tengah meningkatkan program non-tunai.

"Terus saya tanya mau bantu berapa sih orang miskin? 400 ribu sebulan katanya. Bagaimana nentuin orang miskin untuk bantuan tunai? Saya yakin kalau ditanya sama orang yang dianggap miskin di Jakarta, kamu mau terima 400 ribu sebulan atau anak anda semua dapat KJP? SMA 600 ribu, kalau punya tiga anak dapat 1,8 juta. Jadi bantuan kami lebih besar daripada yang ditawarkan," jabarnya.

Ahok mengklaim setiap program yang tengah dikerjakannya di Pemprov DKI Jakarta semuanya berbasis terhadap rakyat. Sehingga tidak mungkin dirinya membuat kebijakan yang condong terhadap salah satu pihak.

"Kami ini pro orang miskin, tapi kami juga atas nama keadilan bukan merampok orang kaya. Makanya kita juga bantu mereka dengan baik," tutupnya.

Baca juga:
Pilgub DKI bakal jadi loncatan Pilpres 2019?
Saat Ira Koesno jadi bintang debat Cagub-Cawagub DKI semalam
Ahok ingin debat selanjutnya lebih bermutu kritisi petahana
Debat pertama Pilgub DKI, Agus buktikan berani, Bu Ani ngaku puas
Agus Yudhoyono: Ini mematahkan saya tidak siap, silakan diputar lagi
Annisa Pohan: Saya optimis suami saya menang!
Saat Ahok dikeroyok Agus dan Anies soal penggusuran di DKI

Advertisement
(mdk/dan)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.