Ahmad Yani melempem, tak seberani Gus Choi dan Lily Wahid
Ahmad Yani terlihat tidak konsisten saat menyikapi APBNP 2013.
Sidang paripurna DPR dengan agenda pengesahan APBNP Perubahan 2013 dua hari lalu berjalan alot. Penyebabnya karena semua fraksi di DPR tidak semua sepakat dengan hitung-hitungan yang disodorkan pemerintah.
PDIP, Partai Gerindra, PKS dan Partai Hanura adalah fraksi yang menolak APBNP 2013. Sementara Partai Demokrat, PAN, PKB, Partai Golkar dan PPP sepakat APBNP 2013.
Karena alot, sidang kemudian diskors dan dilanjutkan lobi-lobi. Hasilnya pun tetap buntu dan berujung voting.
Sebelum sampai akhir sidang paripurna itu, ada cerita yang perlu dikritisi. Adalah sikap anggota DPR Ahmad Yani. Politikus PPP itu terlihat tidak konsisten.
Kepada wartawan di sela-sela sidang paripurna, Yani sempat mengatakan dia menolak kenaikan harga BBM. Karenanya, Wakil Ketua Fraksi PPP itu berjanji saat voting pengambilan keputusan nanti, dia siap berbeda dengan sikap partainya yang mendukung kenaikan, atau minimal abstain. "Ya kita lihat saja, paling tidak saya tidak mengambil sikap (abstain)," kata Yani dengan raut muka berani, Senin (19/6).
Menurut Yani, rencana kenaikan harga BBM menunjukkan pemerintah kurang becus mengurusi sektor keuangan dan migas, sehingga rakyat mau tidak mau dipaksa menanggung semua beban. "Secara pribadi saya menolak kenaikan BBM. Karena menurut saya negara itu wajib menyejahterakan rakyat. Kalau negara belum mampu, maka subsidi itu jalan tengah untuk menyejahterakan rakyat," terangnya.
Namun, hanya berselang beberapa jam, nyali politikus yang gemar mengkritik pemerintahan SBY ini seakan ciut. Saat voting pengambilan keputusan, dia pun ikut berdiri bersama rekan-rekan satu fraksinya sebagai tanda mendukung kenaikan harga BBM.
Nyali Yani ini berbeda jauh dengan mantan anggota DPR Lily Wahid dan Effendy Choirie (Gus Choi). Kedua politikus itu kerap berseberangan dengan partainya kala itu, yaitu PKB.
Lily dan Gus Choi sering berseberangan yang sudah digariskan oleh PKB. Seperti, saat keduanya mendukung opsi C yang diusulkan Panitia Khusus Kasus Bank Century. Opsi itu menyatakan ada dugaan penyimpangan hukum dalam penalangan Bank Century pada 2008 lalu sehingga penegak hukum harus mengusut.
Tidak itu saja, Lily Wahid juga pernah berbeda pendapat dengan PKB dalam voting hak angket DPR untuk isu mafia pajak. Dan, yang terakhir adalah soal BBM. Saat itu pemerintah ingin menaikkan BBM pada 2012, namun diganjal oleh DPR.
Lagi-lagi Lily Wahid dan Gus Choi berbeda pendapat dengan anggota PKB lainnya. Keduanya waktu itu memilih opsi kedua, yakni ia setuju menambah ayat 6A dalam Pasal 7 pada Rancangan Undang-undang RAPBNP 2012 menjadi Undang-undang.
Karena sering membangkang itulah, Lily dan Gus Choi akhirnya menerima sanksi. Ia dipecat dari PKB.
Kini keduanya berlabuh ke partai lain. Lily memilih bergabung ke Partai Hanura, sedangkan Gus Choi ke Partai NasDem.