Agus Hermanto dijagokan Demokrat untuk Pilgub Jateng
Agus Hermanto dijagokan Demokrat untuk Pilgub Jateng. Ada empat kader yang dinilai potensial yakni Agus Hermanto, Joko Budianto, Yotok Sukawi dan Bambang Susilo. Demokrat tidak menutup peluang mendukung calon dari partai lain.
DPD Partai Demokrat Jateng menggelar Musda Partai Demokrat ke-2, Jumat (15/9). Rinto Subekti terpilih sebagai Ketua DPD Partai Demokrat Jateng. Salah satu opsi dan agenda pembahasan dalam Musda tersebut adalah persiapan menghadapi Pilgub Jateng 2018.
Rinto menyebut ada empat kader potensial Partai Demokrat Jateng yang berpeluang diusung sebagai balon Calon Gubernur (Cagub) dan Calon Wakil Gubernur (Cawagub). Muncul nama wakil ketua dewan pembina Partai Demokrat yakni Agus Hermanto. Ada pula nama anggota DPR RI Joko Budianto. Dua kader lain berasal dari putra daerah yakni Yoyok Sukawi yang merupakan anggota DPRD Jateng dan Bambang Susilo.
"Kami memang ada beberapa kader kami potensial, memang sejauh ini Jateng kami punya pimpinan DPR RI Pak Agus Hermanto. Beliau kader luar biasa di Partai Demokrat, beliau kader luar biasa di internal Partai Demokrat. Ada juga Pak Joko Budianto, beliau pimpinan Badan Anggaran DPR RI, ada juga Yoyok Sukawi, Ada juga mas Bambang Blora," tegas Rinto Subekti di sela-sela acara Musda di Hotel Patra Jasa Jalan Sisingamangaraja, Kota Semarang, Jateng Jumat (15/9).
Keempat kader itu dipersilakan bersaing secara sehat untuk memperebutkan kursi bakal cagub maupun cawagub dari internal partai berlogo bintang mercy biru tersebut. Internal partai tetap memperhatikan faktor elektabilitas mereka. Jika tingkat elektabilitas keempatnya di bawah ekspektasi, Demokrat tidak menutup kemungkinan mendukung cagub dan cawagub dari partai lain.
"Tetapi, kalau memang kader Partai Demokrat merasa pada survei elektabilitas atau popularitasnya juga kurang, kami juga akan introspeksi. Kami siap mendukung dan mengusung calon (dari partai lain) yang kiranya punya komitmen membantu kesejahteraan masyarakat Jawa Tengah," terangnya.
Partai Demokrat Jateng tetap membuka peluang berkomunikasi dan mencoba membangun koalisi dengan partai lain. Selama partai lain tersebut mempunyai komitmen yang sama yaitu membangun dan mensejahterakan masyarakat Jawa Tengah.
"Tidak hanya PDIP semua partai politik kita akan berkomunikasi. Jadi tidak ada keputusan apakah harus PDIP tetapi semua partai politik adalah kawan. Saya yakin semua partai politik punya komitmen sejahterakan rakyat. Tidak ada kekhususan saya harus berkomunikasi dengan partai politik mana," ucapnya.
Dia ditugaskan membangun komunikasi dengan seluruh partai politik dan calon gubernur dan wakil gubernur dari partai lain. Demokrat tidak ingin buru-buru memutuskan dukungan untuk calon gubernur dari luar partai. Semua harus dibuka dengan komunikasi politik terlebih dahulu.
"Setelah itu, dari komunikasi kita bisa merumuskan arahnya bagaimana. Tapi, yang jelas kami terbuka, berkomunikasi dan berkoalisi dengan seluruh partai politik. Jadi kita bisa berkoalisi dengan PDIP, bisa juga berkoalisi dengan Gerindra, bisa juga berkoalisi dengan PKB dan semua partai lain," imbuhnya.
(mdk/noe)