LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. POLITIK

Adaptasi New Normal, Golkar Usul Ada Pelatihan Offline di Kartu Prakerja

Yahya yakin dengan mengembalikan ke desain pelatihan tatap muka atau offline akan meredam kritik masyarakat terhadap pelaksanaan Program Prakerja yang selama ini dilaksanakan secara online.

2020-06-03 14:13:00
Partai Golkar
Advertisement

Golkar mengusulkan kartu prakerja juga mengakomodasi sistem kerja tatap muka dalam pelatihannya. Hal ini seiring pemerintah yang akan menerapkan New Normal di tengah pandemi Covid-19.

Anggota DPR dari Partai Golkar, Yahya Zaini mengusulkan, pelatihan tatap muka mempunyai komposisi kurikulum 30 persen teori dan 70 persen praktik.

Sehingga sangat tepat untuk memberikan bekal keterampilan bagi pekerja yang dirumahkan, terkena PHK atau pelaku UMKM yang kehilangan pekerjaan akibat Covid-19.

Advertisement

"Dalam praktik selama ini, pelatihan tatap muka membutuhkan alokasi waktu rata-rata 2 minggu dengan jumlah peserta yang terbatas 16 orang setiap angkatan, sehingga sangat efektif," jelas Yahya kepada wartawan, Rabu (3/6).

Namun politisi senior Golkar tersebut mengingatkan, yang perlu dirancang ulang adalah biaya pelatihannya. Besaran biaya pelatihan tatap muka berkisar Rp 4 juta per orang. Sedangkan untuk insentif dapat diturunkan menjadi Rp 300 ribu perbulan selama 3 bulan.

"Dengan demikian, jumlah peserta yang dapat dijangkau juga akan mengalami koreksi menjadi sekitar 4 juta orang," jelas Yahya.

Advertisement

Dengan pelatihan tatap muka akan memberdayakan Balai Latihan Kerja (BLK) yang berjumlah sekitar 305 dan tersebar di seluruh Indonesia. Dimana 21 BLK milik pusat dan 284 milik pemda dengan daya tampung sebanyak 275.000 orang. Tentu harus dilakukan secara selektif sesuai dengan kebutuhan dunia kerja.

Yahya yakin dengan mengembalikan ke desain pelatihan tatap muka atau offline akan meredam kritik masyarakat terhadap pelaksanaan Program Prakerja yang selama ini dilaksanakan secara online.

Tetapi, kata dia, dalam masa transisi sekarang ini dapat diterapkan pola mix atau gabungan pelatihan online dan offline.

"Pelatihan online tetap diperlukan terutama untuk jenis-jenis pelatihan yang tidak tersedia di BLK-BLK. Pelatihan online juga lebih diminati oleh peserta milenial. Sehingga akan terjadi pembagian peran yang sinergis antara pelatihan online dan offline," terang dia.

Dia juga berharap, penerapan pelatihan offline hendaknya jadi momentum untuk percepatan pemberdayaan BLK yang sudah dicanangkan oleh Kemenaker.

“Yang lebih penting, peserta akan mendapatkan keterampilan yang benar-benar dapat diterapkan untuk usaha mandiri selama Covid-19 belum hilang tuntas,” pungkas wakil rakyat dari Dapil Jawa Timur VIII tersebut.

(mdk/rnd)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.