Absen Pertemuan 8 Partai, Gerindra Tegaskan Tetap Tolak Sistem Coblos Partai
Terlebih, Prabowo Subianto sudah menyatakan sikap partainya yang tidak setuju dengan pemberlakuan sistem proporsional tertutup.
Ketua Harian DPP Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad mengatakan partainya memiliki sikap yang sama dengan tujuh parpol lainnya yang menyatakan menolak sistem proporsional tertutup pada Pemilu 2024 mendatang. 7 Partai lain yang ikut menolak proporsional tertutup di antaranya, Golkar, Demokrat, NasDem, PAN, PKB, PPP dan PKS.
“Pendapat Partai Gerindra dengan tujuh partai lain itu adalah sama, tidak setuju terhadap proporsional tertutup,” ujar Dasco di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta (9/1).
Terlebih, Prabowo Subianto sudah menyatakan sikap partainya yang tidak setuju dengan pemberlakuan sistem proporsional tertutup. Pernyataan serupa, lanjut dia, juga sebelumnya telah disampaikan oleh fraksinya di DPR RI.
“Memang kami baik secara gabungan fraksi di DPR sudah ikut menyatakan bahwa tidak setuju terhadap proporsional tertutup. Lalu Kemudian secara partai politik, Ketua Umum Pak Prabowo juga sudah menyatakan,” katanya.
7 Partai tersebut bertemu di Hotel Darmawangsa untuk membuat kesepakatan menolak sistem proporsional tertutup yang digulirkan PDIP. Gerindra yang awalnya dijadwalkan hadir tiba-tiba absen.
Dasco menjelaskan alasan perwakilan partainya mangkir pada pertemuan pernyataan sikap delapan partai politik tersebut karena Prabowo Subianto ada agenda lain.
"Pertemuan yang diadakan kemarin itu ‘kan juga pertemuan yang mendadak sehingga Pak Prabowo sudah mempunyai jadwal yang tidak bisa ditunda di tempat lain,” kata Dasco.
Meski berhalangan hadir, lanjut dia, Partai Gerindra telah berkomunikasi intens dengan tujuh petinggi parpol lain dalam merumuskan konsep bersama terkait poin-poin kesepakatan delapan parpol atas wacana perubahan sistem pemilu.
“Ya, lima poin sehingga disebutkan di situ ada delapan partai politik demikian, termasuk Gerindra,” ucapnya.
Selain Prabowo berhalangan hadir, dia menyebut petinggi Partai Gerindra lainnya juga tengah berkonsentrasi menyalurkan bantuan kepada korban banjir di wilayah Jawa Tengah seperti jadwal partai.
"Sebenarnya undangannya memang sudah dua hari (sebelumnya), tetapi ya (agenda Partai Gerindra) terjadwalnya sudah agak lama, jadi memang kegiatan yang enggak bisa ditunda," tuturnya.
Sebelumnya, Minggu (8/1), delapan elite partai politik menghasilkan pernyataan sikap soal sistem proporsional tertutup dalam pelaksanaan Pemilu 2024.
"Pada siang hari ini, kita 8 partai politik bersatu untuk kedaulatan rakyat. Tentu pertemuan ini bukan merupakan pertemuan pertama saja, namun tadi bersepakat bahwa pertemuan ini akan dilanjutkan secara berkala, untuk mengawal sikap partai politik ini," ujar Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto usai pertemuan di Hotel Dharmawangsa, Jakarta Selatan, Minggu.
Kedelapan partai politik telah menyatakan menolak diterapkannya sistem pemilu proporsional tertutup. Hasilnya, ada lima poin pernyataan sikap.
Adapun dalam pertemuan ini turut membuahi, Lima poin kesepakatan bersama yaitu:
1. Kami menolak proporsional tertutup dan memiliki komitmen untuk menjaga kemajuan demokrasi di Indonesia yang telah dijalankan sejak era reformasi. Sistem pemilu proporsional tertutup merupakan kemunduran bagi demokrasi kita. Di lain pihak, sistem pemilu proporsional terbuka merupakan perwujudan dari demokrasi yang berasaskan kedaulatan rakyat di mana rakyat dapat menentukan calon anggota legislatif yang dicalonkan oleh partai politik. Kami tidak ingin demokrasi mundur.
2. Sistem pemilu dengan proporsional terbuka merupakan pilihan yang tepat dan telah sesuai dengan putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 22-24/PUU-VI/2008 pada tanggal 23 Desember 2008 yang sudah dijalankan dalam tiga kali pemilu. Dan gugatan terhadap yurisprudensi akan menjadi preseden yang buruk bagi hukum kita dan tidak sejalan dengan asas nebis in idem.
3. KPU tetap menjalankan tugasnya sebagai penyelenggara pemilu dengan menjaga netralitas dan independensinya sesuai dengan peraturan perundang-undangan.
4. Kami mengapresiasi kepada pemerintah yang telah menganggarkan anggaran pemilu 2024 serta kepada penyelenggara pemilu terutama KPU agar tetap menjalankan tahapan-tahapan pemilu 2024 sesuai yang telah disepakati bersama.
5. Kami berkomitmen untuk berkompetisi dalam pemilu 2024 secara sehat dan damai dengan tetap menjaga persatuan dan kesatuan bangsa agar tetap memelihara stabilitas politik, keamanan, dan ekonomi.
(mdk/ray)