6 Konsep wali kota muda Bima Arya majukan Bogor
Berikut enam konsep Bima Arya mewujudkan Bogor buitenzorg:
Kota Bogor memiliki masalah kompleks. Mulai dari birokrasi, kemacetan, PKL semrawut hingga urusan angkot. Wali Kota Bima Arya bakal membawa Bogor kembali menyandang predikatnya sebagai kota yang nyaman dan tentram. Konsep pertama adalah tidak menjadikan Bogor sebagai kota metropolitan. Bima akan mengembalikan Bogor menjadi kota nyaman dan sejuk. Kota yang dulunya menjadi favorit warga luar daerah khususnya Batavia, untuk datang dan berlibur. Selanjutnya wali kota muda ini berjanji, tidak akan segan menggeser kepala dinas yang tak bisa mengikuti irama kepemimpinannya. Dia menjelaskan, reposisi atau mutasi kepala dinas tidak akan dilakukan dalam waktu dekat. Dia akan melihat dahulu kinerja para Kadis. Selain itu, reposisi tidak didasarkan pada alasan suka atau tidak suka. Jumlah angkot di Kota Bogor terus membludak, sedikitnya 3.412 angkot beroperasi setiap hari. Dalam waktu dekat, dirinya akan mengkaji dan merumuskan angka ideal angkot yang boleh beroperasi di kota hujan itu. Bima Arya akan memfokuskan penataan PKL di sekeliling Pasar Bogor dan Jembatan Merah dengan cara revitalisasi, relokasi, retribusi ke daerah pinggir kota dan represif. Bima Arya menegaskan tidak akan memberikan izin mendirikan mal baru di kota Bogor. Menurutnya, mal yang ada di kota Bogor sudah cukup banyak. Jika ada pengembang yang ingin tetap mendirikan mal, keberadaannya akan dibatasi. Lokasinya pun akan ditempatkan di pinggir kota Bogor dengan catatan harus berkonsep heritage dan hijau. 10 Tahun lagi jumlah penduduk Bogor diprediksi mencapai 1,5 juta dari angka sekarang di kisaran 500 ribu jiwa. Isu demografi tersebut akan ditata melalui pendidikan dan lapangan pekerjaan.
"Bogor itu keistimewaannya ketimbang yang lain adalah kota peristirahatan, kota pemukiman, nyaman, kota wisata, bukan kota metropolitan. Itu menggambarkan niat kita ke depan. Kalau disingkat lagi, Bogor city in the garden, kota dalam taman," kata Bima kepada merdeka.com, Minggu (8/4).
Setidaknya ada enam konsep yang akan dilakukan Bima untuk menata kembali Kota Bogor. Namun Bima menggarisbawahi jika berbagai masalah yang dihadapi Bogor saat ini, tidak akan selesai dalam lima tahun atau satu periode kepemimpinannya.
"Soal selesai atau tidak, semua itu menjadi relatif, dan tidak semua masalah terselesaikan. Tapi paling tidak, ada perbaikan dalam taraf hidup warga, dan ada skala prioritas yang dituju. Dan warga itu tahu bahwa kota ini bergerak ke mana," lanjutnya.
Berikut enam konsep Bima Arya mewujudkan Bogor buitenzorg:Tidak jadikan Bogor kota metropolitan
Kalau sekarang Bogor dikenal dengan kota sejuta angkot, Bima sesumbar akan mengubah dan mengembalikannya menjadi kota sejuta taman. Dia juga akan menindak pedagang kaki lima yang bandel, berjualan di sembarang tempat.
"Insya Allah kita tidak akan membawa Bogor jadi kota metropolitan yang penuh sesak, karena kekuatan di Bogor adalah buitenzorg, kota yang nyaman tentram tanpa masalah," kata Bima.Geser kepala dinas tak becus kerja
"Kita lihat sebulan dua bulan iramanya bagaimana, baru mungkin ada penyesuaian-penyesuaian posisi di kepala dinas," kata Bima Arya .Kurangi jumlah angkot
Masalah transportasi dalam kota, diakui Bima sudah ada konsep jalan keluarnya, baik dari Dinas Perhubungan maupun lingkup universitas.
"Tanggerang itu kotanya lebih besar dari Bogor, jumlah penduduknya lebih banyak, jumlah angkotnya lebih sedikit dari pada Bogor. Tapi untuk angka yang tepat, saya meminta Kepala Dinas Perhubungan untuk mengkaji. Barangkali setengahnya, tiga perempatnya," kata Bima.Bersihkan PKL dan para bekingan
Selain PKL, politikus PAN tersebut juga akan menindak para bekingan yang selama ini meminta jatah 'uang keamanan' kepada para PKL.
"Saya sudah minta dilacak itu. Ada laporan PKL setiap hari itu setor empat kali. Saya bilang, mau jenderal, mau habib, mau ustaz, siapa saja yang jadi beking, saya tindak tegas. Saya enggak peduli," kata Bima.Moratorium mal
"Enggak usah dikasih izin, selesai. Ya sudah enggak ada izin mal di kota Bogor, cukup yang ada," kata Bima.Ledakan penduduk dan tata ruang
"Agar bonus demografi yang kita nikmati akan berdampak positif, bukan menjadi generasi yang membebani," kata Bima.
Selain itu, diperlukan penataan tata ruang kota, mengingat adanya istana kepresidenan. Bima Arya menyatakan akan membuat Bogor tidak kumuh lagi. Dia berharap agar pemerintah pusat membantu pertumbuhan Bogor.
"Jadi penataan Bogor itu penting sekali, jangan sampai ada dua dunia lain. Di dalamnya ada istana, di luarnya kumuh. Seluruh sudut kota Bogor harus sama dengan istana," ujarnya.